61 Serdik Sespimti Polri Dikreg 26 Selesaikan KKLN di RRT

oleh -682 views
61 Serdik Sespimti Polri Dikreg ke 26 tahun 2017, seorang peserta di antaranya mantan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum (4 dari kiri bawah) foto bersama di KBRI Beijing

garudaonline – Jakarta | Sebanyak 61 Peserta Didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Tingkat Tinggi (Sespimti) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke 26 tahun 2017 menyelesaikan Kuliah Kerja Kuar Negeri (KKLN) di Negeri Tirai Bambu Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Ke 61 Serdik Sespimti Polri Dikreg 26 yang didampingi 14 perwira pendamping masing-masing, Kasespim Polri Irjen Pol Drs Wahyu Indra Pramugari, Kakor Widya Iswara Irjen Pol Drs Charles Victor Sitorus dan Kasespimti Polri Brigjen Pol Drs Joko Irianto tiba di tanah air pada Jumat 15 September 2017.

“Kegiatan KKLN di RRT diawali sejak 10 September 2017, dimana ke 61 Serdik tersebut melakukan kegiatan yang juga merupakan salah satu program akademik di Sespimti,” ujar Kasespim Polri Irjen Pol Drs Wahyu Indra Pramugari, di Jakarta, Minggu 17 September 2017.

Dikatakan, jadwal kegiatan KKLN Serdik Sespimti Dikreg 26 TA 2017 selama di RRT antara lain melakukan kunjungan ke 2 daerah yaitu Beijing dan Shanghai. Di Beijing para Serdik Sespimti melakukan kunjungan ke IFS (Kantor Laboratorium Forensic), PT Norinco (pabrik persenjataan) dan China Coast Guard yang terletak di Tianjin.

“Ada suatu hal yang menarik di saat kunjungan ke China Coast Guard dimana delegasi diterima di geladak kapal patroli Coast Guard, delegasi membahas tentang pengamanan laut oleh Satuan Coast Guard di wilayah pintu masuk perairan selatan RRT,” kata Wahyu.

Adapun kunjungn ke IFS (Lab Forensik) delegasi diberikan informasi tentang struktur organisasi Kepolisian RRT yang berkedudukan di bawah Ministry of Public Security (Kementrian Keamanan Umum) dan bersifat Kepolisian Nasional.

Di disela-sela kunjungan ke kantor pemerintahan RRT, para delegasi juga melakukan kunjungan ke Kedubes RI untuk RRT dan disambut hangat oleh Duta Besar RI untuk RRT Yang Mulia Soegeng Raharjo beserta para Konsul.

Selama di Kedubes RI para Serdik Sespimti Dikreg 26 diberikan informasi tentang pembangunan Negara China yang begitu cepat dalam 2 dasawarsa ini disertai acara dinner di ruang serba guna Kedubes RI.

Kunjungan di Kota Shanghai diawali dengan kegiatan ke Sekolah Polisi Shanghai. Di sana para Serdik diberi penjelasan tentang tugas pokok dan struktur organisasi kepolisian wilayah dan malamnya delegasi dijamu oleh Konsul Jenderal RI untuk Shanghai Siti Nugraha Mauludiah, dimana para Serdik dapat menikmati makanan khas Indonesia di Restoran Bali Bistro.”

Dalam kegiatan kunjungan ke RRT, para peserta Sespimti juga mengunjungi salah satu Land Mark terkenal yaitu Tembok Besar (Great Wall), dan Lapangan Tian An Men serta masjid tertua yaitu Thau Chi yang terletak di Kota Beijing.

Pada kunjungan tersebut para peserta diharapkan dapat memahami sejarah perkembangan RRT khusunya keberadaan masjid yang menunjukan RRT telah memberikan kesempatan pada warganya untuk memeluk agama ribuan tahun yang lalu.

Dalam perjalanan pulang ke tanah air, delegasi singgah di Hongkong untuk melihat secara dekat tentang pelayanan Konsulat Jendral RI untuk Hongkong dalam melayani para tenaga kerja Indonesia yang bekerja di sana yang saat ini telah banyak perubahan dengan memanfaatkan sistem pelayanan berbasis.

Delegasi diterima di ruang serbaguna dan langsung disambut oleh Acting Konjen Jamianus Purba beserta staf KJRI dan perwakilan masyarakat Indonesia di Hongkong.

Kegiatan KKLN berjalan selama 5 hari dimana para peserta didik dapat melihat secara langsung pengelolaan Negara RRT terutama dampaknya pada berbagai aspek terutama pada ekonomi global.

Setelah kegiatan KKLN ini para Serdik Sespimti Dikreg 26 diwajibkan untuk membuat produk naskah karya yang menyoroti tentang investasi, perkembangan IT dan keamanan dalam negeri sebagai bentuk tulisan akademis yang dapat disajikan kepada pimpinan Polri untuk mengambil langkahlangkah antisipatif terhadap ancaman kemanan dampak dari pemberlakuan MEA tersebut.

(rel/iwan)

Berikan Komentar