Abu Sayyaf Ancam Bunuh Sandera Jika Filipina Tak Penuhi Syarat, Duterte: Kami Tak Akan Bayar Tebusan

oleh -184 views

garudaonline, Filipina: Pemerintah Filipina menegaskan tidak akan membayar tebusan untuk membebaskan dua warga Indonesia dan satu warga Malaysia yang disandera Abu Sayyaf. Padahal, kelompok militan itu mengancam akan membunuh seluruh sandera jika tuntutannya tidak dipenuhi.

“Kami tengah melakukan yang terbaik untuk mengamankan pembebasan para sandera dari tangan jahat kelompok Abu Sayyaf tetapi kami tetap teguh pada kebijakan kami yang tak akan membayar tebusan,” ucap juru bicara Presiden Rodrigo Duterte, Salvador Panelo, di Manila, seperti dikutip The Straits Times, Jumat (22/2).

Panelo menganggap mengabulkan tuntutan teroris dan kelompok-kelompok seperti Abu Sayyaf hanya akan membuat mereka tambah berani melakukan lebih banyak penculikan.

Selain itu, memberikan tebusan uang, paparnya, hanya akan membantu Abu Sayyaf membeli lebih banyak senjata lagi untuk melakukan serangan lainnya.

Kedua WNI yang disandera Abu Sayyaf itu bernama Heri Ardiansyah (19) dan Hariadin (45) asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Mereka merupakan nelayan kapal pukat. Seorang warga Malaysia juga ikut disandera bersama mereka.

Penyanderaan terjadi ketika ketiganya tengah melaut mencari ikan di perairan Sabah pada 5 Desember lalu. Kelompok Abu Sayyaf menangkap mereka ketika sedang berlabuh di Sandakan, Sabah, yang berdekatan dengan kawasan Kepulauan Tawi-Tawi, Filipina.

Abu Sayyaf bahkan sempat menyebarkan video amatir berisikan ancaman. Dalam video itu, mata Heri dan Hariadin ditutup kain. Kedua mulut mereka juga dibekap dengan lakban.

Lima orang yang mengenakan seragam bersenjata lengkap tampak mengelilingi mereka.

“Saya adalah Warga Negara Indonesia, pekerjaan saya nelayan di Sabah, Sandakan. Saya kena tangkap oleh Abu Sayyaf di Laut Sandakan. Saya minta perhatian pemerintah Republik Indonesia, terutama Presiden dan Bapak Dadang yang mengurus,” ujar seorang sandera dalam video itu.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan pemerintah masih terus berupaya melakukan upaya pembebasan kedua sandera, termasuk berkoordinasi dengan Filipina dan Malaysia.

Dalam jumpa pers rutin di kantornya pada Kamis (21/2) kemarin, juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, menegaskan membayar tebusan tidak menjadi opsi pemerintah dalam mengupayakan pembebasan kedua WNI itu.

“Biasanya hal itu (tebusan) adalah hal yang tidak pernah kita bahas dengan pihak penyandera,” kata Arrmanatha.

Penculikan Heri dan Hariadin ini merupakan yang ke-11 dilakukan oleh Abu Sayyaf sejak 2016 lalu. Arrmanatha mengatakan sebanyak 34 dari 36 WNI sandera Abu Sayyaf sejauh ini telah dibebaskan. (CNN/dfn)

Berikan Komentar