Acap ‘Singgah’ di Makarti Nauli, Buaya Seukuran 2,5 Meter Resahkan Warga

oleh -174 views

garudaonline, Medan: Seekor buaya berukuran besar yang acap kali menampakkan diri di Aek Sordang amat meresahkan warga sekitar.

Pasalnya, kemunculan buaya dengan perkiraan panjang 2,5 meter ini persis berada di sekitar pemukiman padat penduduk di Desa Makarti Nauli dan Dusun Sordang, Kecamatan Kolang, Tapanuli Tengah.

Josh Tamba (18), misalnya, melihat buaya berada di parit yang bermuara ke sungai. Bahkan Josh sudah berkali-kali melihat buaya itu muncul ke permukaan.

“Pas tengah malam juga udah berkali-kali. Kemarin udah naik ke darat dia. Ada di atas tumpukan kelapa itu dia. Tapi saat kami dekati langsung lari dia,” kata Josh, Rabu (30/1).

Buaya itu pun sempat naik ke dekat rumah yang dihuninya. Josh pun sempat menunjukkan beberapa titik kemunculan buaya itu.

Martin Simbolon, 25 juga mengungkapkan hal senada. Bahkan tidak hanya seekor. Ada dua ekor yang dilihatnya sekaligus. Kedua amfibi predator itu sedang berjemur di tepian Aek Sordang.

“Waktu itu lagi surut sungai. Terbuka-buka gitu mulutnya bang,” ungkapnya.

Maslon Sitompul, 45 yang tinggal tak jauh dari tepi sungai juga begitu. Dia menyaksikan langsung sang predator sedang bergerak naik ke atas sungai. Para pemancing yang ada di sungai juga melihatnya.

“Tengoklah ini, bekas tapak sama cakarnya juga masih ada. Sekarang kami mulai takut mau beraktifitas di sungai,” ujarnya.

Maslon mengaku, cerita soal buaya itu memang sudah ada sejak dulu. Memang buaya itu tidak mengganggu. Tapi warga takut buaya itu memangsa mereka.

“Orangtua kami dulu juga cerita ada buaya di sungai ini, memang tidak mengganggu kalau tidak ada yang salah. Kata orangtua dulu, dia muncul kalau ada yang berbuat salah, misalnya asusila, jadi jangan dibilang gak ada, apa bohong orangtua kami?” ujarnya.

Dari keterangan warga lainnya, buaya itu sempat terjerat jaring tiga pekan lalu. Saat itu air sedang pasang. Warga memang sengaja memasang jaring.

Sekira pukul 01.30 WIB ada suara gaduh di dekat jaring. Lalu setelah di lihat ternyata buaya itu sudah terjerat di bagian ekor. Namun sayangnya buaya itu berhasil lepas.

Kepala Desa Makarti Nauli Nasrul mengaku terus mendapatkan laporan dari warga tentang kemunculan hewan buas itu. “Ada yang lihat di air, mengambang gitu, katanya kalau balok (batang kayu besar), gak mungkin dia melawan arus,” ungkap Nasrul.

Sejauh ini Nasrul memang belum mendapat bukti konkrit dokumentasi berupa foto atau video. “Kalau kita mau moto (memfoto) ini buaya-nya ya gak mungkin ya kan, yang penting kita sampaikan ke masyarakat jangan mandi-mandi di sungai atau di pinggir parit,” ujarnya.

Laporan warga sudah disampaikan ke instansi terkait. Dia mengimbau warga agar tetap waspada. Beberapa malam terakhir, warga juga sudah menggelar ronda.

Kendati tak memiliki bukti dokumentasi soal buaya, Nasrul berharap persoalan ini bisa dicarikan solusinya. Jangan sampai ada korban terlebih dahulu baru mendapat respon dari instansi terkait.

“Kita mau menampakan bukti fakta ril kita belum bisa, kapan dan dimana. Harapan kami dari dinas terkait bagaimana mengantisipasi, jangan sampai memakan korban desa Makarti Nauli, itulah harapan kami,” tandasnya. (dfnorris)

Berikan Komentar