Acap ‘Singgah’ di Pemukiman Warga di Tapteng, Buaya Sepanjang 2,5 meter Berhasil Diamankan

oleh -127 views

garudaonline, Tapteng: Sering hilir mudik ke area pemukiman warga di bantaran Sungai Sordang, Desa Makartinauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara, akhirnya seekor berhasil ditangkap, Sabtu (9/3).

Buaya yang beberapa kali meneror warga tersebut diperkirakan memiliki panjang 2,5 meter.

Entah apa yang membuat buaya itu masuk ke kawasan pemukiman. Namun yang pasti, keberadaan buaya sudah membuat takut masyarakat dalam dua bulan terakhir karena acap menampakkan diri.

Kepala Desa Makartinauli Nasrul mengungkapkan, buaya itu terjerat jaring milik warga, kemudian sekira pukul 07.00 WIB langsung ditangkap.

“Langsung diikat dan diamankan warga,” kata Nasrul, Minggu (10/3).

Dalam foto yang beredar, buaya itu sudah diangkat warga ke daratan. Dengan kaki, tangan dan mulut yang sudah terikat. Bercak darah juga terlihat di badan buaya itu.

Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut Seno Pramudita mengatakan, saat ini tim nya sudah bergegas ke lokasi. Mereka akan mengamankan buaya tersebut.

“Tim kita dari resort Sibolga dan Tarutung sudah dalam perjalanan untuk mengamankan buaya,” ujarnya.

Seno belum mendapat kabar pasti soal jenis kelamin buaya. Namun kabar dari masyarakat yang di lokasi buaya itu berjenis kelamin betina.

“Memang sebelumnya ada laporan ke kita. Kemudian petugas datang ke lokasi. Cuma buaya tidak kelihatan lagi. Jadi kami memberikan sosialisasi ketika itu muncul dilaporkan. Jadi kalau ada buaya jangan dibunuh. Tapi laporkan ke kita,” ujarnya.

Buaya nahas itu rencananya akan dibawa ke Siantar Zoo. Buaya akan ditangani dokter untuk memeriksa kondisinya.

Pihaknya juga akan melakukan penyelidikan lanjutan di lokasi temuan buaya. Itu dilakukan untuk mencari kemungkinan mencari buaya lainnya.

“Bisa jadi kita selidiki. Bekerjasama dengan masyarakat di sana. Kalau ada tanda tanda akan kita lakukan langkah evakuasi. Kita juga akan tetap lakukan pemantauan,” pungkasnya. (Voshkie)

Berikan Komentar