Ada Ancaman Terkait Kasus Mahar 500M Sandi Uno, Andi Arief Tak Penuhi Panggilan Bawaslu

oleh -294 views

garudaonline, Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengungkapkan telah mendapat kabar soal ancaman terhadapnya akibat kasus dugaan mahar Rp500 miliar dari Sandiaga Uno ke PKS dan PAN.

Andi menyatakan bakal membuat klarifikasi terhadap pihak yang diduga hendak mengintimidasinya.

“Salah satu ketua DPD Partai Politik di Jakarta yang mengorder etnis tertentu untuk mengintimidasi saya, tentu saya khawatir,” kata Andi dalam keterangan resmi, Jumat (24/8).

“Sejak dulu saya paling takut menghadapi ancaman fisik ini. Karena itu lebih baik saya menghindar. Akan saya kirim utusan untuk klarifikasi langsung ke Ketua DPD Partai Politik itu. Kalau sangat diperlukan saya akan meminta perlindungan pada kepolisian,” imbuh Andi.

Andi hari ini dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Badan Pengawas Pemilu terkait kasus dugaan mahar Sandiaga ke PKS dan PAN. Namun Andi untuk kesekian kali tidak memenuhi pemeriksaan di Bawaslu.

Dia beralasan masih menemani orang tuanya yang sedang sakit. Sementara tiga opsi pemeriksaan yang ditawarkan kepada Bawaslu ditolak.

Andi menyatakan sempat meminta tiga opsi alternatif untuk melaporkan kasus itu ke Bawaslu. Pertama, panggilan video atau video call, klarifikasi secara tertulis yang ditandatangani, dan klarifikasi lewat Bawaslu Lampung.

“Ketiga usulan saya itu tampaknya tidak dipilih oleh Bawaslu, dan hari ini hampir dipastikan saya belum bisa kembali ke Jakarta untuk hadir langsung secara fisik di Bawaslu,” ujar Andi.

Pemanggilan terhadap Andi merupakan tindak lanjut laporan yang disampaikan oleh Federasi Indonesia Bersatu (Fiber) beberapa waktu lalu. Fiber menduga terjadi mahar politik yang dilakukan bakal cawapres Sandiaga Uno.

Dugaan itu berdasarkan kicau Andi di twitter mengenai dugaan pemberian mahar Sandiaga Uno kepada PKS dan PAN.(cnn/voshkie)

Berikan Komentar