Air Lemon Bisa Turunkan Berat Badan, Mitos atau Fakta?

oleh -324 views

garudaonline, Medan: Dalam beberapa tahun ke belakang air lemon mendadak naik daun. Minuman kesehatan itu mengisi hampir setiap botol minum banyak orang. Konon, minuman berwarna bening itu ampuh menurunkan berat badan.

Dari namanya saja, kita bisa tahu jika minuman ini adalah air yang dicampur dengan jus lemon. Minuman ini dapat disajikan secara panas atau dingin.

Mengutip Lose Weight By Eating, lemon mengandung flavonoid yang dikenal memiliki sifat kuat sebagai antioksidan. Kandungan itu dipercaya membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Lemon juga mengandung vitamin penting seperti vitamin C dan potasium.

Kombinasi antara lemon dan air diklaim dapat menurunkan berat badan. Mengonsumsi lemon hangat setiap pagi akan menjadi kebiasaan sehat yang membantu penurunan berat badan bagi banyak orang.

Hype minuman ini tampaknya berasal dari sebuah penelitian di Jepang pada 2008 silam. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition ini mengaitkan flavonoid pada lemon dengan kenaikan berat badan yang lebih sedikit serta peningkatan metabolisme pada tikus. Peneliti menduga, flavonoid pada lemon dapat merangsang hati untuk menghasilkan enzim yang membantu menghambat penyerapan lemak.

Namun, sejumlah ahli nutrisi meragukan efektivitas air lemon untuk menurunkan berat badan.

“Air lemon tidak menyebabkan penurunan berat badan yang sesungguhnya,” ujar ahli gizi sekaligus juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, Alissa Rumsey, mengutip Women’s Health Magz.

Namun, air lemon akan terasa lebih bermanfaat jika dibandingkan dengan minuman berkalori tinggi lain seperti kopi susu atau jus buah.

Air mineral, baik itu dicampur lemon atau tidak, dapat membantu menjaga metabolisme tubuh. Tetap terhidrasi adalah komponen penting dari diet lantaran meningkatkan metabolisme tubuh.

“Bagi mereka yang tak terlalu menyukai air mineral, menambahkan lemon adalah cara tepat untuk meningkatkan rasa tanpa menambah kalori,” ujar Rumsey.

Beberapa peneliti juga meragukan kebenaran penelitian pada 2008 lalu yang menemukan teori efektivitas lemon untuk menurunkan berat badan. “Penelitian itu dilakukan pada tikus, bukan pada manusia,” ujar ahli gizi, Dana Hunnes, mengutip Times.

Menurut Hunnes, belum ada penelitian lanjut yang menunjukkan efektivitas air lemon untuk menurunkan berat badan pada manusia.

Namun, bukan berarti lemon tak sehat bagi tubuh. Tentu saja lemon adalah salah satu sumber vitamin C, yang dalam beberapa penelitian dihubungkan dengan risiko rendah obesitas. “Tapi, bukan berarti meminum air lemon dalam jumlah banyak mampu mencegah kenaikan berat badan,” kata Hunnes.

Jikapun teori itu benar, penurunan berat badan yang dilakukan oleh air lemon hanya terjadi secara tidak langsung.

Banyak orang menganggap air biasa membosankan untuk diminum dalam jumlah banyak. Menambahkan lemon ke dalam air dapat membuat seseorang minum lebih banyak dan terhidrasi dengan baik. “Ujung-ujungnya, keinginan makan yang dipicu rasa haus pun berkurang,” ujar ahli gizi lainnya, Elizabeth Dejulius.

Sebuah penelitian kecil menghubungkan cara lemon menstimulasi indera perasa dengan penekanan nafsu makan. Namun, hingga saat ini, belum ada bukti kuat yang mendukung temuan itu.

Ahli nutrisi dari Florida State University, AS, Profesor Bahram Arjmandi menduga, kekuatan efek plasebo berperan dalam temuan itu. “Jika pikiran Anda sangat percaya bahwa minum air lemon bisa menekan nafsu makan, maka mungkin itu akan terjadi,” kata dia.

Lagi pula, terlalu banyak meminum air lemon juga berdampak buruk pada tubuh. Mengutip Live Strong, ada beberapa efek samping jika Anda terlalu banyak menenggak air lemon.

Mengonsumsi terlalu banyak makanan atau minuman asam, seperti air lemon, menimbulkan pengikisan pada gigi dan membuatnya lebih sensitif terhadap rasa panas atau dingin.

Selain itu, terlalu banyak lemon dalam tubuh juga dapat memicu rasa mulas. Mulas terjadi ketika esofagus tidak berfungsi dengan baik. Mengurangi makanan dan minuman asam membantu mencegah dan meredakan rasa mulas.

Dalam kasus yang jarang terjadi, air lemon juga bisa membuat Anda sering membuang air kecil dan dehidrasi lantaran kandungan vitamin C atau asam askorbat yang tinggi. Kandungan ini dikenal meningkatkan produksi urin dalam ginjal sehingga mendorong tubuh untuk kehilangan cairan berlebih.

Ada baiknya jika Anda mengonsumsi air lemon dengan saran dari dokter. (CNN/dfn)

Berikan Komentar