Akhirnya PT Pos Indonesia Bayar Keterlambatan Gaji karyawan Senin Sore

oleh -332 views

garudaonline, Jakarta: Serikat Pekerja Pos Indonesia Kuat Bermartabat (SPPI KB) menyebut PT Pos Indonesia (Persero) telah membayar keterlambatan gaji seluruh karyawannya pada kemarin, Senin (4/2). Manajemen sebelumnya memang menjanjikan untuk segera melunasi gaji karyawan yang seharusnya dibayar sejak 1 Februari 2019.

Ketua Umum SPPI KB Akhmad Qomarudin mengatakan gaji itu masuk ke rekeningnya pada sore tadi. Hal tersebut juga terjadi pada mayoritas karyawan Pos Indonesia.

Kendati gaji sudah masuk, Akhmad mengatakan pihaknya tetap akan melangsungkan demo pada Rabu (6/2) besok. Sebab, tuntutan dari serikat pekerja bukan hanya soal gaji, tapi juga kinerja keuangan perusahaan yang menyusut.

“Kinerja kan turun. Kalau gaji ya hanya salah satu tapi bukan soal itu saja. Di bawah kepemimpinan yang sekarang kinerja turun,” ucap Akhmad kepada CNNIndonesia.com, Senin (4/2).

Mengutip laporan keuangan Pos Indonesia, laba bersih perusahaan pada 2017 turun 17,4 persen dari Rp426,9 miliar menjadi Rp355 miliar. Hal ini dipengaruhi oleh pendapatan perusahaan yang turun menjadi hanya Rp4,32 triliun dari Rp4,45 triliun.

Selain masalah pendapatan yang susut dan gaji yang sempat terlambat, ia juga menyebut ada perbedaan perlakuan karyawan oleh direksi pada tubuh Pos Indonesia. Hal itu terlihat dari pemberian tunjangan yang tak sepadan antara karyawan yang memiliki jabatan yang sama atau jabatan yang tak jauh berbeda.

“Jadi ya gampangnya disebutnya ada disparitas angka tunjangan,” tutur Akhmad.

Ia menyebut ada diskriminasi jabatan selama Pos Indonesia berada di bawah kepemimpinan Gilarsi Wahju Setijono. Makanya, ia meminta Gilarsi turun dari jabatannya sebagai orang pertama di Pos Indonesia.

Bila sesuai rencana, serikat pekerja akan melakukan aksi menyampaikan pendapat di muka umum bertajuk “Bergerak Bersama Membangun Solidaritas untuk Penyelamatan PT Pos Indonesia dari penghancuran Masif di depan Gedung Pos Indonesia di Jakarta, kemudian Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Istana Negara.

Sebelumnya PT Pos Indonesia (Persero) memastikan membayar tunggakan gaji karyawan periode Februari 2019 sebesar Rp137 miliar paling lambat Senin (4/2) sore ini.

SVP Kerja Sama Strategis dan Hubungan Kelembagaan Pos Indonesia Pupung Purnama menjelaskan setiap bulannya perusahaan memang mengucurkan Rp137 miliar untuk membayar gaji karyawan. Namun, angka itu tidak termasuk gaji direksi dan karyawan kontrak (outsourcing).

“Jadi baru tuntas kan sore, sekarang bertahap. Ya karena kan 23 ribu pegawai ya ini banyak tidak bisa langsung satu waktu. Tapi yang pasti semua dibayarkan hari ini,” jelas Pupung, Senin (5/2). (CNN/voshkie)

Berikan Komentar