Akhyar : 2019 Pemko Medan Fokus Benahi Taman dan Kebersihan

oleh -357 views
Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution, M.Si memimpin apel pagi bersama jajaran Dinas Kebersihan dan Pertamanan

garudaonline – Medan | Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution, M.Si menegaskan tahun 2019 wajah Kota Medan harus berubah. Pemko Medan tahun ini akan memfokuskan pembangunan dan pembenahan taman-taman termasuk pohon pelindung pada median jalan dan kebersihan.

Ketegasan ini disampaikan Akhyar saat memimpin apel pagi bersama jajaran Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan di kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, Jalan Swadaya Pinang Baris, Medan, Kamis (3/1/2019) pagi.

Tepat pukul 08.00 WIB, Akhyar tiba di Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan langsung mengambil posisi pembina apel.

Dalam sambutannya ia mengatakan, ada beberapa poin penting yang menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan dalam mengubah wajah Kota Medan yang ditargetkan harus berjalan di tahun yang baru ini.

“Khusus yang taman saya minta setiap wilayah Kota Medan, yang merupakan fasilitas publik harus diperindah dengan tanaman-tanaman, agar selalu asri dan tidak gersang.”

“Jangan seperti yang selama ini sepanjang jalan yang dilalui masyarakat tidak menampilkan keindahan. Saya minta tahun ini hal tersebut berubah,” tegasnya.

Akhyar menjadwal awal tahun hingga pertengahan biasanya merupakan musim dengan curah hujan yang rendah, sehingga ini saat yang tepat dalam melaksanakan pembibitan tanaman, mulai pertengahan yakni pada bulan Juni, bibit yang selama 6 bulan dikembangbiakkan sudah siap tanam.

“Jadi ini masih ada waktu 6 bulan untuk pengembangbiakan bibit. Pertengahan tahun nanti sekitar bulan Juni sudah memasuki musim dengan curah hujan yang cukup tinggi hingga akhir tahun maka mulailah untuk menanam bibit-bibit tadi,” katanya.

Selain itu, Akhyar mengimbau kepada seluruh personil Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan untuk memberikan penyuluhan atau imbauan kepada seluruh warga masyarakat untuk turut serta dalam memperindah kota, dengan cara memberikan ruang pada halaman agar dapat menanam tanaman seperti bunga-bunga atau tanaman yang menyejukkan mata.

“Partisipasi masyarakat juga harus kita gugah agar mau menghiasi pekarangan rumah masing-masing dengan tanaman dimulai dengan pekarangan rumah dari seluruh personil dinas ini, harus mampu menjadi contoh bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Akhyar juga mengingatkan kepada petugas PAM Taman yang bekerja untuk mengawasi wilayah taman, jangan sampai taman-taman yang telah dirapikan malah dirusak oleh tangan-tangan yang tidak beradab.

“Kepada para petugas PAM Taman saya juga menegaskan harus terus mengawasi dan menginspeksi jika ada yang merusak segera tindak,” tegas Akhyar.

Selain permasalahan taman dan pembenahan median jalan mantan Anggota DPRD Kota Medan ini juga menyinggung persoalan pungutan liar (pungli) yang kerap terjadi pada areal pemakaman yang kian meresahkan warga masyarakat.

“Saya selalu mendapat laporan dari masyarakat yang mengeluhkan banyak sekali pungli yang tidak sesuai dengan peraturan mengenai retribusi khususnya pemakaman baik yang pemakaman muslim maupun non muslim. Ini harus segera ditindak tegas. Tidak ada lagi yang main-main dengan hal ini,” ujar Akhyar dihadapan ribuan peserta apel pagi.

Disamping itu mengenai penerangan jalan umum juga disinggung Wakil Wali Kota karena masih banyak dijumpai Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang tidak menyala dibeberapa ruas jalan. Akhyar minta persoalan ini segera diselesaikan dan harus terus diawasi, agar ke depannya Kota Medan menjadi kota yang terang benderang.

”Demikian juga lampu jalan cek semua setiap hari tidak semuanya menyala harus ada patroli untuk mengecek lampu jalan agar menyala terus. Belum lagi jika saya pantau diseluruh wilayah Kota Medan,” ujarnya.

Selanjutnya, persoalan yang juga tidak luput dari pandangan Wakil Wali Kota yakni persoalan sampah. Akhyar menyampaikan tentang kebersihan terutama pengaktifan kembali Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Namo bintang. Hal ini dilakukan karena jarak tempuh ke TPA Terjun yang jauh, sehingga pengangkutan sampah tidak berjalan maksimal.

“Jika TPA Namo bintang sudah aktif, maka waktu pengangkutan sampah akan lebih efesien dan sampah masyarakat tidak akan menumpuk. Selain itu jika lingkungan masyarakat terdapat sampah yang berserakan, sebaiknya disediakan tong sampah di tempat tersebut agar sampahnya tidak berserakan.Saya harapkan di tahun 2019 ini adalah tahun pembuktian bahwa kota medan bisa berubah wajahnya, keamanan, kenyamanan, keasrian Kota Medan,” pungkasnya.

(rel/g.01)

Berikan Komentar