Aksi Pembakaran Mobil Kian Marak, Mendagri Imbau Warga Lawan Terorisme

oleh -249 views

garudaonline, Jakarta: Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengimbau masyarakat agar tidak takut dengan tindakan terorisme yang terjadi beberapa waktu lalu, seperti pembakaran mobil dan motor di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Imbauan tersebut disampaikan mengingat kasus pembakaran mobil dan motor berulang kali terjadi di Jawa Tengah sejak akhir 2018. Bahkan hingga saat ini, aparat masih belum menemukan pelaku pembakaran misterius tersebut.

“Rakyat tidak boleh kalah dengan pembakaran misterius di daerah Jawa Tengah dan segala bentuk teror lain,” tutur Tjahjo melalui pesan singkat kepada wartawan, Minggu (10/2).

Tjahjo juga meminta masyarakat untuk turut bersinergi dengan aparat dan ormas setempat.

Menurutnya kerjasama yang bisa dilakukan yakni dengan menghidupkan lagi sistem keamanan lingkungan (siskamling) di tingkat RT/RW. Dia menilai langka itu dapat membuat masyarakat bersatu padu melawan tindakan terorisme.

“Tidak boleh kesatuan dan kedaulatan negara Pancasila diacak-acak oleh pikiran terorisme dan tindakan teror. Perusakan dan teror semacam itu harus dilawan,” tutur Tjahjo.

Tjahjo juga percaya Polri mampu melacak oknum perorangan atau kelompok yang menjadi dalang pembakaran.

Untuk itu Tjahjo pun mengapresiasi kepolisian yang sejauh ini sudah berkoordinasi dengan sejumlah elemen masyarakat dan ormas setempat.

Kemendagri sendiri sudah menghelat rapat koordinasi nasional pimpinan Satpol PP dan Linmas se-Indonesia beberapa waktu lalu.

Rakornas itu, lanjutnya, sekaligus diisi pembekalan dari Kepala Badan Intel dan Keamanan serta Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.

Tjahjo mengatakan dirinya dan Kepala Staf Kantor Presiden Moeldoko juga turut membekali peserta rakornas.

Tjaho mengatakan tujuan rakornas itu yakni untuk mengkonsolidasikan segala elemen di masyarakat untuk melawan segala bentuk tindakan terorisme. Tjahjo menyebut seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemerintah, wajib menjaga kedaulatan Indonesia dari ancaman terorisme.

Sebelumnya pembakaran mobil terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Sepanjang Januari, 15 pembakaran terjadi di Semarang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang.

Salah satu kasus yang terjadi yakni ada mobil milik warga Semarang, Dodi, yang dibakar ketika sudah berada di dalam garasi rumah. Dodi tidak bisa berbuat banyak lantaran baru mengetahui ketika api sudah melalap mobilnya. (CNN/dfn)

Berikan Komentar