Aksi Protes Rompi Kuning Berlangsung Ricuh, Paris Tahan 1.700 Orang

oleh -346 views

garudaonline, Jakarta: Pemerintah Prancis mengatakan pada Minggu (9/12) bahwa lebih dari 1.700 orang telah ditangkap di seluruh penjuru negeri dalam aksi protes rompi kuning terbaru, Sabtu (8/12).

Kepolisian juga mengatakan aksi demo rompi kuning yang terjadi kemarin menyebabkan kerusakan lebih banyak di Paris dibandingkan dengan aksi sepekan lalu.

Pada Sabtu (8/12), aksi demonstrasi oleh orang-orang berompi kuning diwarnai kerusuhan di Paris dan sejumlah kota lainnya, seperti Marseille, Bordeaux, Lyon, dan Toulouse.

Aksi tersebut merupakan demo di pekan keempat mereka memprotes beban pajak yang dianggap memberatkan biaya hidup dan protes terhadap Presiden Emmanuel Macron.

Macron yang diserukan untuk mundur oleh para pedemo di kawasan ikonis Champs-Elysees, Paris, diharapkan mampu mengatasi demonstrasi melalui pidato yang akan dilakukan beberapa hari mendatang.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa sebanyak 1.220 orang dari 1.723 orang yang ditahan kepolisian diminta untuk dibawa ke penjara.

Sedangkan Kepolisian Paris mengatakan mereka menangkap 1.082 orang pada Sabtu (8/12), meningkat tajam hingga 412 orang dibanding periode demo sebelumnya.

Kemendagri Prancis turut mengatakan sebanyak 136 ribu orang terlibat dalam protes yang dilaksanakan kemarin di seluruh Prancis.

Jumlah tersebut kurang lebih sama dengan aksi pada 1 Desember, namun dengan kerusakan dan kerusuhan yang lebih besar terutama terjadi di Paris.

Di Paris, pedemo yang mengenakan rompi kuning simbol rakyat pekerja tersebut membakar mobil, barikade, dan memecahkan jendela-jendela di bangunan sepanjang kawasan demonstrasi.

Pemerintah Kota Paris menyatakan bahwa unjuk rasa rompi kuning pada Sabtu (8/12) menyebabkan lebih banyak kerusakan dibandingkan dengan ronde 1 Desember 2018.

“Sektor yang terkait dengan insiden itu jauh lebih besar. Dengan barikade yang lebih sedikit, ada lebih banyak sebaran, begitu banyak tempat yang terkena dampak dari aksi kekerasan,” kata Deputi Walikota Paris Emmanuel Gregoire kepada radio France Inter.

“Kemarin ada lebih banyak kerusakan dibandingkan pekan lalu.” lanjutnya.

Gerakan rompi kuning mulai mencuat pada akhir Oktober lalu. Gerakan ini merupakan aksi proters terhadap pengumuman kenaikan pajak bahan bakar.

Pajak tersebut merupakan strategi Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk membiayai pengembangan energi bersih.

Meski begitu, gerakan ini meluas menjadi politis untuk melawan Macron. Pesertanya adalah para penduduk yang tinggal di kota kecil dan pedesaan di Prancis. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar