Kian Lemah, Rupiah Nyungsep ke Posisi Rp14.602 per Dolar AS

oleh -328 views

garudaonline, Jakarta: Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.602 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan di pasar spot pagi ini, Senin (17/12). Posisi tersebut melemah 21 poin atau 0,15 persen dari akhir pekan lalu, Jumat (14/12) di level Rp14.581 per dolar AS.

Di kawasan Asia, beberapa mata uang turut melemah bersama rupiah, seperti won Korea Selatan minus 0,15 persen, ringgit Malaysia minus 0,04 persen, yen Jepang minus 0,03 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,01 persen.

Namun, beberapa mata uang lainnya berada di zona hijau, dengan menguat dari dolar AS. Peso Filipina menguat 0,09 persen, baht Thailand 0,03 persen, dan dolar Singapura 0,01 persen.

Begitu pula dengan mata uang utama negara maju yang bergerak variasi. Rubel Rusia menguat 0,1 persen, dolar Kanada 0,04 persen, dan euro Eropa 0,01 persen, sementara franc Swiss stagnan.

Di sisi lain, dolar Australia dan poundsterling Inggris melemah, masing-masing minus 0,04 persen dan 0,05 persen terhadap dolar AS.

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan kurs rupiah masih akan bergerak di rentang rata-rata dari tren beberapa waktu terakhir ini (middle bollinger band). Meski, kecenderungannya akan kembali melemah karena minim sentimen awal pekan.

“Diharapkan ada sentimen positif terutama dari dalam negeri yang dapat mendukung kenaikan rupiah,” ujarnya, Senin (17/12).

Sentimen dari dalam negeri yang sekiranya hari ini dapat menggerakkan rupiah, yaitu rilis data neraca perdagangan periode November 2018 oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Sementara itu, Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp14.475-14.640 per dolar AS pada awal pekan ini. Selain rilis data perdagangan, rupiah juga akan dipengaruhi oleh antisipasi pasar terhadap pernyataan sejumlah bank sentral di dunia. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar