Alasan Kemanusiaan, Korea Lepaskan Turis Jepang yang Diduga Mata-mata

oleh -315 views

garudaonline, Korea Utara:  Korea Utara menyatakan akan membebaskan seorang turis Jepang ‘berdasarkan prinsip kemanusiaan.’ Kabar pembebasan tersebut tersiar di tengah rencana Tokyo untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Korea Utara.

“Tomoyuki Sugimoto, yang berkunjung ke DPRK sebagai turis Jepang baru-baru ini, ditahan terkait kejahatan melawan hukum DPRK,” kata kantor berita Korean Central News Agency (KCNA), seperti dilansir AFP, Senin (27/8). DPRK adalah nama resmi Korea Utara, kepanjangan dari Democratic People’s Republic of Korea.

Tidak banyak yang diketahui soal Sugimoto. Media Jepang menyebut dia adalah videografer yang berkunjung ke Korea Utara dalam sebuah tur yang dikelola agen perjalanan asing.

Dia diduga telah dicurigai karena merekam video dari sebuah fasilitas militer Kota Pelabuhan Nampo, sebelah Barat Korea Utara.

Belum jelas apakah Sugimoto telah didakwa. Laporan KCNA tidak merinci kapan dia akan dibebaskan.

“Institusi terkait di DPRK memutuskan untuk memaafkannya dan mengusir dia dari DPRK berdasarkan prinsip kemanusiaan,” tulis KCNA.

Kementerian Luar Negeri Jepang, menurut AFP, menolak berkomentar.

Korea Utara kerap menangkap warga negara asing dengan tuduhan mata-mata yang kemudian digunakan sebagai senjata diplomatis.

Rezim Pyongyang membebaskan tiga warga AS yang ditahan Mei lalu sebagai isyarat niat baik sebelum pertemuan puncak antara pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump di Singapura.

Tokyo mempertahankan sikap keras terhadap Pyongyang yang menembakkan uji coba rudal beberapa kali ke wilayah Jepang. Tokyo mendesak penyelesaian kasus warganya yang diculik agen-agen Korea Utara beberapa dekade lalu.

Pada saat bersamaan Korea Utara secara rutin mengutuk penjajahan Jepang yang brutal di Semenanjung Korea pada 1910-1945.

Perdana Menteri Shinzo Abe melontarkan gagasan untuk menggelar pertemuan puncak dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un untuk menyelesaikan semua masalah dan membangun ‘hubungan baru Jepang-Korea Utara’. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar