Alumni Dukung Paslon, Forum Rektor: Gerakan Mereka Tidak Mewakili Kampus

oleh -200 views

garudaonline, Jakarta: Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu menyoroti gerakan para alumni dari berbagai kampus mendukung salah satu paslon tertentu di Pilpres 2019. Dwia menilai, gerakan alumni kampus di Pilpres tak serta-merta mewakili sikap politik kampus tersebut.

“Sebab mengikuti Permenristekdikti, maka kampus harus bebas dari aksi politik praktis,” kata Dwia, Senin (28/1).

Dwia menyebut, para alumni yang kemudian bergabung dengan sesamanya dan mengatasnamakan almamater, tentu secara resmi tidak meminta izin dengan universitas atau almamaternya.

“Artinya, jelas upaya para alumni tidak berarti kampus atau almamaternya secara resmi mendukung paslon tertentu,” kata Dwia menegaskan.

Forum rektor, kata Dwia, kerap mengimbau para petinggi kampus-kampus negeri untuk tetap menjaga netralitasnya dalam politik sesuai permenristekdikti. Kendati demikian, pihaknya mengakui tidak mampu menjangkau kampus-kampus yang didirikan atas inisiasi kelompok atau partai politik tertentu.

“Kita tidak bisa mengendalikan universitas swasta yang berafiliasi langsung dengan parpol tertentu,” katanya menegaskan.

Sebelumnya, gerakan alumni berbagai kampus ramai-ramai mendukung paslon tertentu di Pilpres 2019. Pada Sabtu (26/1), Alumni dari 115 perguruan tinggi di Indonesia diklaim menyatakan dukungan terhadap pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Deklarasi ini seolah merespons aksi serupa yang digalang massa mengatasnamakan alumni Universitas Indonesia. Deklarasi Alumni UI for Jokowi digelar di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno pada 12 Desember lalu. Ribuan orang berkaus kuning hadir dan Jokowi hadir dalam acara tersebut.

Teranyar, pada Minggu (27/1), giliran ratusan alumni Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat juga menyatakan deklarasi dukungan pada pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Peserta deklarasi itu diklaim berasal dari alumni berbagai angkatan di Unand.

“Kami merasa orang baik seperti Jokowi kok masih dibegitukan,” ujar Ketua Deklarasi Alumni Unand Toni di Gedung Joang ’45 Jakarta, Minggu (27/1). (CNN/voshkie)

Berikan Komentar