Ambulans Parpol Berisi Bebatuan Ternyata Milik Gerindra

oleh -54 views

garudaonline, Jakarta: Ketua DPD Gerindra Jabar Taufik Hidayat mengakui ambulans parpol yang digunakan untuk mengangkut batu adalah milik DPC Gerindra Kota Tasikmalaya. Namun, ia meminta itu tak terlalu dibesar-besarkan karena hanya buah kesalahpahaman.

“Ya, memang saya akui (ambulans Gerindra Tasikmalaya), itu kesalahpahaman saja itu mbak, kesalahpahaman saja, dan sebetulnya enggak usah dibesar-besarin. Ini kan mobil ambulans, mobil masyarakat bilamana ada yang sakit dan sebagainya gitu kan,” kata Taufik saat dihubungi awak media, Rabu (22/5).

Taufik mengaku tidak ada niat jahat dari partainya dalam aksi 22 Mei ini. Pihaknya hanya ingin memberi bantuan kepada pendemo yang memang membutuhkan pertolongan medis.

“Oh iya, itu penting karena kan sekarang banyak yang kena gas air mata. Matanya kena perih, dan sebagainya. Ya, partai Gerindra memberi bantuan berupa kendaraan kesehatan khususnya ambulans,” tuturnya.

Di satu sisi, Taufik menerangkan pihak Gerindra Jabar sedang mengurus masalah tersebut di Polda Metro Jaya. Taufik juga menjelaskan di dalam ambulan tidak ada senjata tajam hanya bebatuan yang berfungsi jika mobil itu mengalami mogok. Namun, ia tidak mengetahui siapa yang meletakkan batu-batu itu di dalam ambulans.

“Enggak ada benda yang lain selain batu, batu itu ya mungkin untuk ganjal apa bilamana ambulans mogok atau gimana,” ujar dia.

Sebelumnya, kepolisian menyatakan pihaknya di lapangan telah mengamankan satu unit mobil ambulans yang diduga milik salah satu partai politik terkait kericuhan 22 Mei pada Rabu (22/5) dini hari tadi. Mobil tersebut berisi batu dan sejumlah benda.

“Ada satu ambulans ya, saya tidak akan sebutkan itu ambulansnya ada partainya itu penuh dengan batu dan alat,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal di Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Rabu.

Namun, Iqbal enggan menyebut parpol apa pemilik mobil ambulans tersebut. Tidak dijelaskan Iqbal apakah batu-batu dan sejumlah benda di dalam ambulans itu digunakan sebagai ‘amunisi’ bagi massa menyerang aparat. Mobil itu sendiri telah diamankan polisi. (CNN/dfn)

Berikan Komentar