Andi Arief Berkicau Lagi: Prabowo-Sandi Uno Masih Punya Janji yang Belum Ditepati

oleh -597 views

garudaonline, Jakarta: Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengungkapkan bahwa pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pernah menjanjikan elektabilitas kepada para parpol pengusungnya. Namun, janji itu belum terealisasi dan keuntungan masih ada di kubu Partai Gerindra.

Ia mengatakan Prabowo dan Sandi menjanjikan elektabilitas 55-60 persen bagi para parpol pengusung.

“Dari angka tersebut, Gerindra 25 persen, Demokrat 15 persen, PAN 8-10 persen, dan PKS 7-10 persen,” ujar Andi Andi, Kamis (15/11).

Namun, Andi mengatakan sejauh ini Prabowo dan Sandi terlihat belum berupaya untuk merealisasikan janjinya tersebut, misalnya dengan mengampanyekan parpol pengusung. Bahkan, lanjutnya, pasangan ini juga belum merumuskan suatu petunjuk pelaksanaan kampanye bersama untuk meningkatkan elektabilitas parpol pengusung.

“Pengaturan kampanye juga belum dilakukan dalam satu juklak yang jelas. Demokrat belum melihat tanda-tanda itu,” ucap Andi.

Walhasil, target rasio elektabilitas parpol pengusung 55-60 persen belum tercapai hingga saat ini.

“Artinya jangkar elektabilitas partai pendukung masih bermasalah,” kata Andi.

Andi lantas membuktikan pernyataannya merujuk dari hasi survei internal partai Demokrat 15-30 Oktober. Survei dilakukan di 80 daerah pemilihan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Setiap dapil melibatkan 600 responden.

Hasilnya, prediksi perolehan kursi DPR paling banyak diperoleh Gerindra. Jauh melampaui parpol pengusung Prabowo-Sandi lainnya.

Andi mengatakan Gerindra diprediksi memperoleh 19 persen kursi di DPR. Berturut-turut, Demokrat 9,7 persen, PAN 4 persen, PKS 3 persen. Partai Berkarya hanya diprediksi memperoleh 0,3 persen.

“PAN dan PKS zona merah. Ini yang kita sebut hanya menguntungkan Gerindra,” tutur Andi.

Merujuk dari hasil survei tersebut, Andi berharap Prabowo dan Sandi berupaya untuk merealisasikan janjinya untuk turut berjuang meningkatkan elektabilitas parpol pengusung.

Langkah pertama yang perlu ditempuh yakni menghelat rapat bersama untuk merumuskan petunjuk pelaksanaan kampanye bersama. Petunjuk pelaksanaan kampanye itu harus memuat misi peningkatan elektabilitas parpol pengusung.

Andi mengatakan Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono bersedia hadir dalam rapat.

Dia juga mengatakan sikap Demokrat selama ini bukan berarti merongrong Prabowo-Sandi dari dalam. Hal itu justru untuk kepentingan parpol pengusung lainnya.

“Justu Demokrat ini menyuarakan kawan koalisi lainnya. Biar masyarakat jelas. Kalau cuma untuk kepentingan Demokrat, kita sudah aman,” ujar Andi. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar