Asisten Rumah Tangga Gasak Harta Majikan Senilai 90 Juta

oleh -195 views

garudaonline, Medan: Pelaku perampokan di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Jati II-Sarulla No 7, Kecamatan Medan Kota berhasil diamankan petugas.

Pasangan suami istri (pasutri) bernama Risma Br Silaen (39) dan Marlop Bemaputra Situmorang (32) diringkus polsek Medan Kota dari kediaman mereka, di Jalan Jati I, Perumnas Simalingkar.

Setelah dilakukan penyelidikan, keduanya telah terbukti melakukan perampokan di rumah Dermawan Elfrida Siahaan (66) sehingga korban kehilangan harta senilai Rp 90 juta.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani menyampaikan, perampokan yang dilakukan pasutri tersebut terjadi pada Kamis (6/11) sekira pukul 18.00. Saat itu korban yang baru tiba ke rumahnya dari pesta pernikahan, bingung melihat asisten rumah tanggganya (Risma) pergi dari rumah tanpa permisi.

“Merasa curiga korban lalu bergegas mengecek lemarinya. Ternyata perhiasannya berupa emas murni dengan total 78 gram sudah tidak ada lagi,” ungkap Revi kepada wartawan, Jumat (7/12).

Adapun perhiasan yang dibawa kabur pelaku itu, papar Revi berupa, kalung rantai (20 gram), mainan kalung emas (10 gram), kerabu emas (10 gram), kerabu emas kendari (8 gram), gelang emas (10 gram), cincin emas model rotan (10 gram), satu set kalung emas (10 gram + berlian mainan kalung), kerabu berlian model ronyot, satu buah jam tangan merk ALBA, uang tunai sebesar 200 ribu rupiah dan HP Samsung Galaxy J2. Sedangkan total kerugian korban, ditaksir mencapai Rp 90 Juta.

“Kemudian pada Jumat (9/11) korban membuat laporan ke Polsek Medan Kota, dengan laporan bernomo LP/853/K/XI/2018/SU/RESTABES/SEK MEDAN KOTA,” jelasnya.

Mendapat laporan ini, terang Revi, pihaknya lalu melakukan pencarian. Selanjutnya, setelah mendapat kepastian atas identitas pelaku, polisi lalu melakukan penangkapan bersama Kepala Lingkungan (Kepling) setempat, terhadap Risma dan suaminya Marlop berikut barang-barang perhiasan yang diduga milik korban.

“Dari hasil interogasi, tersangka mengakui perbuatannya mengambil perhiasan milik korban dan sebagiannya telah dijual dan dibelanjakan untuk keperluan rumah tangga,” terangnya.

Adapun barang bukti yang diperoleh, sambung Revi, antara lain berupa sebuah tas sandang, dompet, 2 baju batik, HP Samsung Galaxy J2, 1 set kokpor gas, tabung gas LPG 3 kg, lampu belajar, 10 kg beras. Sedangkan barang bukti perhiasan berupa sebuah gelang, 2 cincin, 2 pasang anting, jam tangan merk ALBA, dan dompet kecil.

“Saat ini kita sedang berupaya untuk melakukan pengembangan terhadap kasus ini,” pungkasnya. (dfnorris)

Berikan Komentar