Atasi Pilot Mabuk, Jepang Terapkan Aturan Tes Nafas Bagi Awak Pesawat

oleh -195 views

garudaonline, Indonesia: Maskapai Jepang, All Nippon Airways (ANA) menyatakan terpaksa menunda salah satu penerbangan dalam negerinya pada awal pekan ini, setelah salah satu ko-pilot mereka gagal melalui tes nafas untuk mengukur kadar alkohol. Penyebabnya adalah mereka menerapkan aturan baru yang lebih ketat bagi para awak penerbangan.

Insiden itu terjadi pada Selasa (19/2) pekan lalu. Seorang ko-pilot ANA yang tidak lolos tes alkohol dijadwalkan untuk menerbangkan pesawat Boeing 777 membawa 322 penumpang dari Kobe, Jepang menuju Bandara Haneda di Tokyo.

Dia gagal dalam uji alkohol melalui napas sebelum keberangkatan, dan mengaku telah mengkonsumsi sekaleng bir dan setengah kaleng minuman berenergi di kamar hotelnya sekitar enam jam sebelum penerbangan, seperti dilansir AFP, Senin (25/2).

Alhasil, penerbangan ditunda lebih dari satu jam sampai pilot pengganti ditemukan.

Maskapai ANA menyatakan mereka akan menangani kasus ini dengan tegas. Peraturan baru ini akan melarang para pilot dan ko-pilot mengkonsumsi alkohol dalam tenggat 24 jam sebelum bertugas.

Akhir tahun lalu, co-pilot Japan Airlanes (JAL) ditangkap di Inggris dan dipenjara selama 10 bulan, setelah ketahuan mabuk sesaat sebelum penerbangan. Kadar alkohol dalam darahnya mencapai 10 kali lipat dari ambang batas yang dibolehkan.

Dia dilaporkan mengonsumsi dua botol anggur dan lebih dari 1,8 liter bir selama enam jam pada malam sebelum penerbangan.

Pihak ANA mengungkapkan kasus pilot mabuk telah menyebabkan beberapa penundaan penerbangan pada tahun lalu. Sebelum perubahan peraturan pada bulan Januari ini, Jepang tidak memiliki batas peraturan konsumsi minuman beralkohol bagi para awak pesawat sebelum penerbangan. Mereka juga tidak pernah melakukan tes napas sebelumnya. (CNN/dfn)

Berikan Komentar