Atur Pengiriman 150 Bal Ganja dari Penjara, Napi Narkoba Dihukum Mati

oleh -367 views

garudaonline, Medan: Majelis hakim Pengadilan Negeri Binjai menjatuhkan hukuman mati kepada Zulkiran alias Zul Bin Ahmad Ibrahim warga Langsa, Aceh. Narapidana LP Rajabasa Lampung ini terbukti bersalah mengatur pengiriman 150 bal ganja kering dari Aceh untuk diedarkan di Jakarta.

“Menghukum terdakwa Zulkiran alias Zul Bin Ahmad Ibrahim dengan pidana mati,” kata majelis hakim yang diketuai Fauzul Hamdi di Pengadilan Negeri (PN) Binjai, Sumut, Rabu 21 November 2018.

Terdakwa dinyatakan bersalah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Terdakwa terbukti melakukan permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana tanpa hak dan melawan hukum membawa, mengirim, mengangkut atau mentransito narkotika golongan I dalam bentuk tanaman berupa ganja kering sebanyak 150 bal atau bungkus dengan total berat brutto 142.877 gram, atau beratnya melebihi 1 (satu) kilogram,” ucap hakim

Putusan yang dijatuhkan majelis hakim lebih tinggi dari tuntutan. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Benny Avalona Surbakti meminta agar Zulkiran dihukum seumur hidup. Menurut majelis, tidak ada hal yang meringankan terdakwa. Zulkiran pernah menyelundupkan narkoba di Lampung. Sempat divonis bebas, majelis kasasi menyatakan dia bersalah dan menjatuhkan hukuman penjara selama 20 tahun.

“Hal-hal yang meringankan tidak ada,” pungkas hakim.

Majelis hakim juga telah menjatuhi hukuman terhadap kelima terdakwa lain yang terlibat pengiriman ganja ini. Heri dihukum penjara seumur hidup. Noval dihukum 20 tahun penjara. Sementara tiga lainnya, Jofan, Febri, dan Dinar masing-masing dihukum 15 tahun penjara.

Kasus ini berawal saat tim Satgasus Merah Putih Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran 150 bal ganja di Simpang Megawati, Kota Binjai pada Senin, 09 April 2018, sekitar pukul 06.40 WIB. Barang haram ini dibawa dari Aceh untuk diedarkan di Jakarta.

Polisi menangkap Heri Tiyanto alias Heri Bin Mukminin, sopir truk yang mengangkut ganja itu. Kemudian polisi meringkus lima orang lainnya, yakni: Zulkiran, Noval Setia Nurdian alias Piche Bin Udin Saemudin, Jogan alias Yofan Bin Fuad Haris, Febri Setiawan alias MBI Bin Supandi, Dinar Nurdiansyah alias Otong Bin Romli.

Tak berhenti sampai di situ, polisi melakukan pengembangan. Ternyata penyeludupan ganja ini diatur oleh Zulkiran alias Zul Bin Ahmad Ibrahim yang sedang menjalani hukuman 20 penjara di LP Rajabasa Lampung dalam kasus narkoba. Polisi lantas menciduk Zulkiran dan kasusnya bergulir di persidangan. (voshkie)

Berikan Komentar