Awas! Konsumsi Garam Berlebih, Dapat Sebabkan Kerusakan Pembuluh Darah

oleh -197 views

garudaonline, Jakarta: Makanan tanpa garam akan terasa kurang nikmat. Lidah orang Indonesia terbiasa dengan rasa gurih penyedap rasa. Namun, terlalu banyak mengonsumsi garam juga tak baik bagi kesehatan.

Natrium yang ada di dalam garam merupakan salah satu elektrolit yang menghasilkan ion tubuh. Asupan natrium yang cukup membantu proses metabolisme tubuh berjalan lebih baik.

Namun, natrium juga dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi. Terlalu banyak natrium bisa berujung pada kerusakan pembuluh darah dan arteri. Pada gilirannya, risiko jantung, stroke, dan gagal ginjal pun turut meningkat.

Sejak lama, sejumlah institusi kesehatan mendesak orang untuk membatasi asupan natrium harian demi mengendalikan tekanan darah.

Mengutip Healthline, Institute of Medicine (IOM) merekomendasikan batas asupan natrium harian sebanyak kurang dari 2.300 miligram. Angka ini setara dengan satu sendok teh garam.

Batas ini ditetapkan berdasarkan bukti dari studi klinis yang menyebutkan bahwa asupan natrium di atas 2.300 miligram per hari dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung.

Namun, pedoman ini tak berlaku bagi mereka yang kerap bergerak aktif seperti atlet atau para pekerja lapangan yang kerap terpapar udara panas. Pasalnya, natrium akan semakin ‘menghilang’ melalui keringat yang dikeluarkan tubuh.

Serupa dengan IOM, American Heart Association merekomendasikan batas asupan natrium harian tidak melebihi 2.300 miligram.

Menukil laman resminya, American Heart Association juga menetapkan batas ideal natrium per hari sebesar 1.500 miligram untuk orang dewasa. Dengan mengurangi asupan natrium sebesar 1.000 miligram per hari secara signifikan meningkatkan kesehatan tubuh.

Pedoman lain juga diberikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Badan kesehatan PBB itu merekomendasikan konsumsi 2.000 miligram natrium per hari. Angka ini setara dengan 5 gram garam sehari atau 1 1/4 sendok teh garam.

Menyitat situs resmi WHO, asupan garam kurang dari 5 gram per hari membantu orang dewasa mengurangi risiko tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, dan stroke.

Mengurangi asupan garam telah diidentifikasi sebagai salah satu langkah paling efektif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Diperkirakan, 2,5 juta kematian dapat dicegah setiap tahunnya jika konsumsi garam secara global dapat berkurang ke tingkat yang disarankan. Negara-negara anggota WHO telah sepakat untuk mengurangi asupan garam hingga 30 persen pada 2025 mendatang. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar