Bantu Gempa Palu-Donggala, Korsel dan Uni Eropa Gelontorkan Dana Rp40,9 M

oleh -1.050 views

garudaonline, Jakarta: Korea Selatan dan Uni Eropa siap beri bantuan dengan total Rp40,9 miliar untuk bantu korban gempa Palu-Donggala. Melalui pernyataan kedutaan besarnya di Jakarta, Korea Selatan menyatakan siap menggelontorkan US$1 juta (Rp15 miliar) bagi pemerintah Indonesia.

Sementara itu Uni Eropa lewat pernyataannya juga menyebut akan memberikan 15 juta euro (Rp25,9 miliar) untuk membantu pemerintah Indoensia.

Sejumlah negara sahabat lain pun menyatakan tekadnya membantu Indonesia menangani bencana terburuk sejak gempa di Lombok pada akhir Juli dan awal Agustus lalu.

Seoul mengatakan bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban pemerintah dan masyarakat di masa sulit seperti ini.

“Bantuan kemanusiaan tersebut diharapkan bisa turut mempercepat proses pemulihan awal dan memenuhi kebutuhan darurat bagi warga setempat.

“Terkait hal tersebut, pemerintah Republik Korea akan berkonsultasi dengan kementerian terkait dan juga pemerintah Republik Indonesia guna mempertimbangkan pengiriman tim SAR Republik Korea ke Indonesia,” demikian bunyi pernyataan kedubes Korsel

Selain Korsel, sejumlah negara lain seperi India, Amerika Serikat, Australia, Singapura, Filipina, dan Malaysia juga tengah mengungkapkan keprihatinan atas persitiwa yang menimpa Palu-Donggala.

Melalui kicauan di Twitter, Perdana Menteri Australia Scott Morrison juga mengungkapkan belasungkawa terhadap pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Morrison menyatakan Australia siap membantu pemerintah Indonesia.

Selain itu, pemerintah melalui Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong mengatakan Indonesia menerima bantuan internasional untuk mengatasi pasca-gempa dan tsunami yang menerjang Palu serta Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9) lalu.

Hingga kini, gempa berkekuatan 7,4 skala richter itu telah menewaskan sedikitnya dari 832 orang dan melukai ratusan lainnya.

“Presiden Joko Widodo memerintahkan kami untuk menerima bantuan internasional demi tanggap darurat bencana,” ucap Thomas di Jakarta, Senin (1/10) seperti dikutip AFP.

Lebih lanjut Thomas Lembong menegaskan bahwa koordinasi bantuan internasional ini dilakukan dibawah koordinasi Kementarian Pertahanan. Pihaknya selaku Kepala BKPM akan menangani bantuan internasional dari sektor swasta. Sementara bantuan dari pihak pemerintah asing akan dikoordinasikan lewt Kementerian Luar Negeri. Bantuan militer dikoordinasikan dengan pihak TNI.

Thomas mengatakan saat ini puluhan organisasi bantuan internasional dan lembaga non-profit (NGO) telah berlomba-lomba mengulurkan bantuan kemanusiaan bagi para korban terdampak. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar