Bayi Kembar Siam Asal Taput Dirawat Di RS Adam Malik Medan

oleh -282 views

garudaonline, Taput: Bayi kembar siam asal Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan. Bayi laki-laki yang mengalami dempet bagian perut ini mendapat perawatan di ruang khusus Perinatologi.

Kasubag Humas RSUP Haji Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan bayi kembar siam ini merupakan rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sibolga. Bayi yang lahir pada 22 November 2018 ini tengah mendapat perawatan dokter spesialis anak.

“Bayi kembar siam ini sampai di RSUP H Adam Malik pada Selasa (27/11/2018) pukul 08.10 WIB. Dirujuk karena peralatan medis di RSUD Sibolga tidak memadai,” kata Rosario Dorothy, Selasa 27 November 2018.

Rosario mengatakan secara umum kondisi bayi bagus, hanya mengalami dempet di perut. Selain itu, jika dilihat organ-organ lainnya seperti mata, tangan, kaki, dan jenis kelamin juga lengkap. Kemudian bayi juga menangis kuat dan memiliki gerakan aktif yang menandakan bayi dalam kondisi baik.

“Bayi kembar siam ini masih dalam pemeriksaan dokter spesialis anak. Jadi kita belum bisa memberikan informasi lebih mendetail. Tindakan yang sudah dilakukan berupa pemasangan selang Nagosa Strep Tube atau NGT, serta pemberian obat dan nutrisi,” pungkasnya.

Terpisah, JS (29) ayah sang bayi mengatakan bayi yang belum diberi nama ini merupakan anak ketiganya dari pernikahannya dengan NS (28). Ia mengaku tak pernah membawa istrinya ke Puskesmas, sebab jaraknya yang jauh dan bidan kampung juga jarang di tempat. Karena itu, selama hamil istrinya hanya diperiksa oleh dukun kampung.

“Perut istri saya lebih besar dari kehamilan sebelumnya. Selama hamil, dukun kampunglah yang selalu memeriksa. Tapi dukun kampung sudah menaruh curiga sehingga menyarankan istri saya untuk di USG. Ternyata benar, hasil USG menyatakan istri saya hamil bayi kembar siam,” terangnya.

Meski sempat dirawat di RSUD Sibolga selama lima hari, JS mengaku akhirnya bayi dengan berat 4,7 kilogram ini pun harus dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik Medan karena kekurangan peralatan di RS Sibolga.

“Saya berharap di rumah sakit ini bayi saya bisa dipisah dan selamat. Untuk perobatan, saya menggunakan BPJS Kesehatan dari pemerintah,” ujar pria bekerja sebagai penderes getah karet ini. (voshkie)

Berikan Komentar