BBKsDA Belum Tahu Penyebab Kematian Lumba-Lumba di Sungai Labura

oleh -290 views

garudaonline, Medan: Satu dari dua ekor lumba-lumba putih ditemukan sudah mati di Sungai Kualah di Dusun Ramean II, Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, Rabu malam, 30 Januari 2019.

Keberadaan lumba-lumba ini pertamakali ditemukan warga sudah mengapung di sungai tersebut. Padahal dua ekor lumba-lumba putih ini sudah menampakan diri di Sungai Kualah, Minggu sore, 27 Januari 2019.

“Kita belum bisa menentukan penyebab kematiannya, kemarin posisi sudah malam,” ucap Kepala Seksi Perencanaan Perlindungan dan Pengawetan BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Sumut, Amenson Girsang, Kamis 31 Januari 2019.

Amenson mengatakan BBKSDA Sumut menduga kondisi mamalia tersebut sudah melemah, apalagi sungai tersebut bukanlah habitat dari lumba-lumba. Dalam keadaan normal lumba-lumba betina itu akan naik kepermukaan tiga kali setiap 1 menit.

“Memang kondisinya sudah melemah, untuk diidentifikasi awal kita belum bisa menentukan juga. Tim secara terbatas melakukan evakuasi dengan kondisi sudah malam,” jelas Amenson.

Untuk bangkai lumba-lumba yang mati tersebut, menurut Amenson telah dikuburkan di wilayah Labura.

“Jadi sudah dievakuasi. Hanya saja bangkainya sudah dikuburkan Labura (Labuhanbatu Utara), tidak kita bawa ke Medan. Tapi, kita buatkan berita acaranya saja,” tutur Amenson.

Untuk diketahui, dua ekor lumba-lumba putih mulai menampakan diri di Sungai Kualah, Minggu sore, 27 Januari 2019. Keberadaan mamalia laut itu, menjadi pusat perhatian warga sekitar. Namun seekor lumba-lumba lainnya juga belum berhasil dievakuasi. (dfnorris)

Berikan Komentar