BBPOM Telusuri Peredaran Obat PCC di Sumut

oleh -998 views

garudaonline – Medan | Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, Yulius Sacramento Tarigan mengaku, tengah melakukan penelusuran apakah obat Paracetamol Cafein Corisutradol (PCC) telah beredar di Sumatera Utara.

“Setelah mendapatkan kabar, kita langsung melakukan penelusuran ke sejumlah distribusi obat yang ada. Hasilnya memang belum ada, tapi penelusuran akan terus kita lakukan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, BBPOM juga sudah berkordinasi dengan Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Sumut, dan sejumlah kelompok yang konsen terhadap perlindungan anak. Ini guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi akibat kemungkinan obat tersebut juga terdapat di Sumut.

“Masyarakat jangan mudah percaya bila ada seseorang yang tiba-tiba menawarkan obat dengan cuma-cuma, padahal orang yang bersangkutan tidak memiliki kapasitas untuk memberikannya,” ungkapnya.

Sacramento menambahkan, kasus obat PCC ini, menjadi atensi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) beserta Badan Narkotika Nasional (BNN). Namun sejauh ini, untuk kandungan yang terdapat di dalam obat tersebut, belum mendapat laporan pasti.

“Kita belum dapat laporan mengenai kandungan yang terdapat dalam obat itu. Sejauh ini masih diselidiki secara bersama-sama oleh instansi terkait melalui laboratorium, bukan hanya oleh BPOM saja,” pungkasnya.

Kasus ini berawal di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu 13 September 2017. Awalnya ada 30 orang yang menjadi korban dari penyalahgunaan obat PCC. Namun jumlah korban terus bertambah lebih dari 50 orang yang mayoritas mahasiswa dan pelajar.

Para korban melakukan hal-hal nekat, mengamuk, kejang-kejang hingga tidak sadarkan diri usai mengonsumsi obat PCC. Seluruh korban dilarikan di Rumah Sakit Jiwa Kendari untuk segera mendapatkan pertolongan.

(Fidel)

Berikan Komentar