Bea Cukai-Kastam Gagalkan Penyeludupan Barang Melalui Selat Malaka Senilai Rp28,5 Miliar

oleh -368 views

garudaonline, Medan: Bea Cukai Indonesia dan Kastam Diraja Malaysia menggelar patroli terkoordinasi guna menindak upaya-upaya penyeludupan di wilayah Selat Malaka. Patroli Terkoordinasi (Patkor) Kastam Indonesia Malaysia (Kastima) Ke-24 ini berhasil menggagalkan barang seludupan yang nilai totalnya mencapai Rp28,5 miliar.

“Patkor Kastima Ke-24 ini digelar dalam dua tahap, masing-masing selama tiga bulan. Tahap kedua berlangsung sejak awal September 2018 hingga hari ini. Selama tahap kedua ini, kami berhasil menggagalkan kasus pelanggaran membawa barang ilegal mulai dari crude oil, rokok, minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) dan bawang dengan total nilai Rp28,5 miliar,” kata Direktur Bea Cukai, Heru Pambudi, di Gedung Keuangan Negara Medan, Rabu 28 November 2018.

Heru menjelaskan dalam dua tahap Operasi Patkor Kastima Ke-24, Bea Cukai menindak 18 kasus pelanggaran. Yang paling menonjol adalah penindakan terhadap kapal tanker MT Yosoa dan tanker tanpa nama yang memuat 1.500 Kl crude oil dari Senipah Balikpapan menuju OPL Timur Malaysia dan kapal tanpa nama. Penindakan ini merupakan hasil dari informasi intelijen dari Bea Cukai yang dipertukarkan.

“Tak hanya itu, Patkor Kastima juga mengungkap penyeludupan rokok. Di Malaysia, rokok menjadi perhatian khusus karena pajak rokok di sana sangat tinggi sampai banyak yang ingin menyeludupkan. Selain itu ada juga minuman keras dan bahan bangunan yang diseludupkan,” urainya.

Patkor Kastima merupakan operasi terkordinasi antara Bea Cukai Indonesia dan Bea Cukai Malaysia yang ke-24. Operasi yang melibatkan dua negara ini sangat penting dan strategis terutama bagi kondisi geografis Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur penting perdagangan dunia.

“Diperlukan kordinasi yang baik antara Indonesia dan Malaysia guna mengamankan Selat Malaka dari tindakan ilegal yang merugikan dan mengancam kedua negara. Patkor Kastima berperan penting menjaga keamanan serta menindak setiap perdagangan ilegal,” urainya.

Sementara itu, Timbalan Pengarah Ketua Kasdam, Datuk Seri Zulkifli Yahya mengatakan Patkor Kastima 24 tahun ini melibatkan 86 personil dengan 12 kapal dari Malaysia dan 267 personil dari Dirjen Bea Cukai dengan unsur patroli sebanyak 17 kapal. Area patroli meliputi seluruh perairan Selat Malaka hingga ke Batam.

“Sebagai salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia, potensi pelanggaran di wilayah Selat Malaka kerap terjadi. Sehingga dibutuhkan extra effort untuk mencegah potensi pelanggaran di wilayah ini. Operasi ini juga pernah mengamankan individu orangutan dan burung kaswari yang diseludupkan ke Malaysia serta komoditas rokok,” terangnya. (voshkie)

Berikan Komentar