Bekuk 5 Pengedar, Polrestabes Medan Berhasil Amankan 2Kg Sabu

oleh -263 views

garudaonline, Medan: Sabu-sabu masih menjadi momok utama di Sumatera Utara. Berkali-kali aparat berhasil menangkap para pelaku, menggagalkan usaha pengedar dan mengamankan barang bukti, namun narkoba acap kali menemukan jalan masuk dan merongrong dari segala lini.

Seperti yang baru-baru ini terjadi, Petugas Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggagalkan peredaran 2 Kg sabu-sabu beserta lima orang yang siap mengedarkan barang haram tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, 5 orang yang ditangkap yakni: Zulfahmi alias Fadli (37), warga Jalan Simalingkar B, Perumahan River Palace Medan; Saprial (32), Fauzi Mardiasyah (38), warga Jalan Ahmad Yani, Langsa, Aceh Timur; Niza Nukdin (36), warga Jalan Karang Baru, Kuala Simpang, Aceh Tamiang; dan Purwadi (27),warga Desa Galang, Lubuk Pakam, Deli Serdang. Kelimanya ditangkap dari lokasi terpisah di Medan dan Aceh, Kamis (6/12).

“Kasus ini kita ungkap setelah menerima laporan adanya transaksi narkoba di Jalan Mandala By Pass, Medan Denai,” kata AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo,Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan, Sabtu (8/12).

Informasi itu kemudian diselidiki petugas. Mereka menghentikan mobil Honda HRV BK 1811 MG yang dicurigai. Setelah digeledah ditemukan 1 bungkus berisi sabu-sabu seberat 1 Kg di atas jok tengah.

Dua orang yang ada di dalam mobil langsung diamankan, yakni Zulfahmi dan Saprial. Keduanya mengaku membawa sabu-sabu itu dari Aceh Timur dan akan mengantarnya kepada pembeli.

“Tim kemudian melakukan pengembangan ke Aceh Timur,” ujarnya.

Dalam pengembangan itu, petugas menggerebek satu rumah di Aceh Timur. Dari sana petugas mengamankan 3 orang tersangka yang sedang menggunakan sabu-sabu, yakni Fauzi, Niza, dan Purwadi.

“Kita temukan barang bukti berupa 1 paket kecil narkoba jenis sabu, 2 pipa kaca, 1 set bong,” jelas Raphael.

Seusai penangkapan, petugas menggeledah rumah Fauzi. Dari tempat itu ditemukun sebungkus sabu seberat 1 Kg.

“Total 5 tersangka diamankan. Kita masih melakukan pengembangan. Barang haram ini diduga dari Malaysia kemudian dikirim ke Aceh dan diedarkan di Medan,” pungkasnya. (dfnorris)

Berikan Komentar