Beli Obat, Siswi SMP Josua Medan Tewas Tersengat Listrik

oleh -908 views
Korban mengalami luka gores pada lengan kanannya

garudaonline – Medan | Siswi kelas VIII SMP Josua Medan, Sumatera Utara tewas tersengat aliran listrik. Peristiwa ini terjadi Selasa (1/5/2018) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu korban dan kakaknya Lisa Saskia (16) hendak membeli obat.

Korban adalah Rika Abila (15) warga Jalan Bhayangkara Gang Sosial/Jalan Abadi Lingkungan VI, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung.

“Korban dan kakaknya ketika itu mau membeli obat ke apotik tak jauh dari rumahnya, mereka pergi jalan kaki,” kata Kapolsek Percut Seituan Kompol Faidil Zikri SH SIK, Rabu (2/5/2018) pagi.

Sebelum sampai ke apotik, sambung Faidil, korban dan kakaknya melintas di depan Perumahan The Prime. Di jalan tersebut ada tiang listrik dan tiang telepon juga sedikit genangan air.

“Di TKP juga ada kawat yang diperkirakan bekas dari sepanduk reklame yang sudah tidak dipakai menyangkut di kabel tiang listrik sampai terjulur ke bawah mengenai tanah yang terdapat genangan air.”

“Sewaktu korban dan kakaknya melintas di lokasi tersebut, korban menginjak kawat yang ada di genangan air. Saat itu juga korban terjatuh lalu memegang kawat tersebut,” terang Faidil.

Saat bersamaan, korban menjerit minta tolong karena kesetrum. Kakak korban yang melihat kejadian itu panik. Ia lantas meminta tolong ke masyrakat yang ada di sekitar TKP, tetapi masyarakat tdak ada yang berani menolong korban karna takut kesetrum.

Tak lama kemudian datang kepling dan masyarakat berusaha untuk menolong korban dengan kayu, akan tetapi korban sudah tidak berdaya. Lalu kepling dan masyrakat menghubungi PLN untuk mematikan sementara aliran listrik yang ada di tiang listrik tersebut.

“Setelah dimatikan, barulah korban dapat terlepaskan dari kawat tersbut. Selanjutnya dengan menggunakan becak bermotor, korban dibawa masyarakat ke RS Imelda, Jalan Bilal Medan,” ujar Faidil.

“Sesampainya di rumah sakit, korban sudah tak tertolong lagi dan dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa korban sudah meningal di tempat kejadian. Tetapi karena belum yakin, masyarakat dan orang tua korban tetap membawa korban ke rumah sakit,” tuturnya.

Setelah dokter RS Imelda menyatakan korban sudah meningal dunia, lalu orang tua dari korban membawa jasad anaknya tersebut ke rumah.

“Kedua orang tua korban bermohon uutuk tidak dilakukan autopsi karena mereka sudah mengikhlaskan kejadian tersebut dan tidak menuntut pihak manapun. Selanjutnya orang tua korban membuat peryataan di atas kertas yang diberi matrai, disaksikan oleh kepling,” sebut Faidil.

(g.01)

Berikan Komentar