Bentuk Protes Warga Leidong, Ketika Jalan Rusak Ditanami Padi

oleh -648 views

garudaonline, Labusel: Ketika pemerintah mewacanakan pemekaran daerah, tentu warga menaruh harapan agar pemekaran tersebut nantinya membawa dampak yang signifikan terhadap daerah mereka, baik dalam hal sarana maupun prasarana.

Namun, pasca pemekaran Kabupaten Labuhanbatu menjadi Tiga Kabupaten yakni Kabupaten Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, masyarakat Teluk Pulai, Kualuh Leidong bukannya merasakan keuntungan dari pemekaran tersebut, melainkan menjadi terpinggirkan seolah-olah tidak diperhatikan.

Infrastruktur yang digadang-gadang bakal dinikmati lewat pemekaran daerah dengan janji pembangunan merata tersebut, rupanya hanya isapan jempol semata. Hal inilah yang membuat aksi protes warga teluk pule.

”leidong ini sudah berulang kali kami sampaikan kepada pemerintah kabupaten dan provinsi namun aspirasi kami tidak pernah di dengarkan malah diabaikan” Ujar Muslim Nasution salah seorang warga saat memberikan keterangan, Minggu (2/1)

Muslim juga meminta agar jalan lintas kualuh leidong langsung dapat perhatian dari Presiden Jokowi dodo dan meminta Jokowi agar mengintruksikan Gubernur Sumut dan Bupati Labuhanbatu Utara agar membangun jalan yang sedang hancur. Bahkan dia mengancam jika bupati Labuhanbatu Utara tidak mau mengurusi jalan tersebut, atas nama masyarakat siap untuk mengasihngkan diri dan bergabung ke Kabupaten Asahan.

Sebelumnya, kondisi jalan di Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara yang sama di respon beberapa warganet @Darwin Sipahutar   “Izin Pak Kepala Desa Teluk Piai, Dan Izin Pak Camat Kualuh Hilir ..Hanya Membagi Kondisi Terkini Jalan Yang Berada Di Desa Bapak Tepatnya Jalan Lintas Dusun Darussalam Dan Sialang Gatap.. Semoga Hati Dan Otak Kita Tergugah Melihat Kondisi Jalan Kita Ini…Malu Juga Awak Pak Kades Dan Pak Camat..Sudah Banyak Diposting Orang Media Sosial..Sekali Lagi Izin Pak Kades…Kan Harus Bermartabat Pak Kades.”

Protes yang sama juga dimuat akun @Arwinsyah Putera Hasibuan ” Ijinkan saya memposting kondisi jalan di kampung kami ini dengan segala rasa…

Bahwa hati kami ini sakit melihat keadaan ini…

Kalau dulu jalan kami ini hanya berupa becek, licin berbentuk lumpur dan mungkin tidak berlobang. Karena dulu masa kami belum ada mobil maupun truck yang bermuatan penuh melintasinya…

Kalau sekarang…??

Padahal hasil sumber pertanian, perkebunan melimpah ruah dari kampung halaman kami…

Tapi kenapa kampung kami seperti di kebiri…??” Padahal Kualuh Hilir dan kualuh Leidong ini adalah daerah yang berada dikabupaten Labuhanbatu Utara dan berada di pesisir pantai Sumatera Utara. (dfnorris)

Berikan Komentar