BI: Jumlah Uang Tidak Layar Edar Capai Rp17 triliun

oleh -313 views

garudaonline, Medan: Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara menemukan banyaknya uang tidak layak edar yang disetorkan oleh bank-bank komersil.

Sepanjang 2018, dari total Rp36 triliun uang yang disetorkan tersebut sebanyak Rp17 triliun merupakan uang yang tidak bisa digunakan lagi.

“Tahun 2018, dari Rp 36 Triliun yang masuk ke BI Sumut sekitar 40 sampai 45 persen itu, uang tidak layak edar. Sekitar Rp 17 Triliun sudah tidak layak ‎edar,” sebut Kepala Devisi Sistem Pembayararan dan Pengelola Uang Rupiah Kantor Perwakil BI Sumut, Budi Raharjo‎ kepada wartawan di Medan, Kamis 17 Januari 2019.

Angka uang tidak layar edar cukup tinggi di Sumut ini, didominasi pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu‎. Dengan itu, Budi mengimbau masyarakat untuk menyimpan uang dimiliki dengan baik.

“Seperti kita kampanyekan, agar uang tidak dilipat, di klep, dicoret-coret. Harusnya disimpan dengan baik. Dapat memperlakukan uangnya dengan baik,” ‎ungkap Budi.

Selain itu,  BI Sumut melakukan penyitaan uang palsu sepanjang tahun 2018 sebanyak 5.480 lembar atau meningkat dibandingkan tahun 2017, dengan jumlah 5.236 lembar‎. Seluruh uang palsu tersebut sudah dimusnahkan oleh pihak BI Sumut.

“Rata-rata uang palsu pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Uang kecil juga ada,” ucap Budi.

Disinggung berapa total uang palsu secara nominal, Budi enggan menjawab dengan alasan tidak membawa data secara detail terhadap uang palsu disita pada tahun 2018.

“Kemudian, apa ya secara kehumasan tidak boleh menyebut nominalnya,” jelas Budi. (dfnorris)

Berikan Komentar