Bima Sakti Dibully, Ketua Umum PSSI Prihatin

oleh -721 views

garudaonline, Medan: Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi mengaku kasihan dengan Bima Sakti yang terus menghadapi hujatan menyusul kegagalan Tim Nasional Indonesia di Piala AFF 2018. Padahal kegagalan itu, menurut Edy bukanlah semata-mata kesalahan dari pelatih asal Balikpapan tersebut.

“Saya kasihan Bima Sakti dibully kayak gitu,” kata Edy Ramhayadi saat acara silaturahmi dengan insan pers di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu 5 Desember 2018.

Gubernur Sumatera Utara ini menyebutkan Bima Sakti merupakan pelatih level pertama. Kekalahan Tim Nasional Indonesia bukan disebabkan jeleknya kualitas Bima Sakti sebagai pelatih.

“Emang kita kekurangan coach. Coach itu pelatih. Bima Sakti adalah pelatih kita di level pertama, masuk dalam level pertama. Bukan Bima Sakti itu jelek karena AFF kemarin kalah. Jadi bukan Bima Sakti nya yang salah,” ucap Edy.

PSSI mengindikasikan akan mengganti Bima Sakti dari kursi pelatih Tim Nasional Indonesia. Namun sebagai gantinya pada 30 Desember, Bima Sakti akan diterbangkan ke Inggris untuk menambah ilmunya.

“Tapi saya pastikan dia bukan diberhentikan dari coach, tanggal 30 ini saya berangkatkan dia ke Inggris untuk menambah ilmunya,” terang mantan Pangkostrad ini.

PSSI punya waktu sekitar sebulan untuk memilih pengganti Bima Sakti di kursi kepelatihan Timnas Indonesia. Paling cepat, arsitek anyar tim berjuluk Skuat Garuda itu akan diumumkan pada 20 Desember 2018.

Sebelumnya, Laga antara Filipina dengan Thailand yang berakhir imbang 1-1 membuat Indonesia tersingkir. Indonesia yang cuma mengantongi tiga poin dari tiga pertandingan yang dilakoni, tak mampu mengejar poin Thailand dan Filipina. Kedua tim mendapatkan tujuh poin. Hasil buruk tersebut menimbulkan kekecewaan bagi suporter. Tak sedikit yang meminta agar Bima mundur sebagai pelatih.

“Kalau memang PSSI memutuskan kami mundur, kami siap. Siapapun pelatihnya nanti, baik asing atau lokal, kami semua harus dukung semaksimal mungkin. Kami lihat Thailand dan Vietnam dari usia dini mereka sudah dibentuk, jadi memiliki dasar yang bagus,” ucap Bima beberapa waktu lalu.

Bima ditugaskan menangani Timnas Indonesia untuk menggantikan Luis Milla. PSSI batal memperpanjang kerja sama dengan pelatih Spanyol itu. Bima merupakan asisten Milla. Dia bekerja bersama-sama Kurniawan Dwi Yulianto dan Kurnia Sandi. (dfnorris)

 

Berikan Komentar