Blusukan ke Pasar Kota Pinang, Cawapres Sandi Uno Ditolak Pedagang

oleh -768 views

garudaonline – Medan | Ada yang menarik saat Sandiaga Uno melakukan blusukan ke Pusat Pasar Tradisional Kota Pinang, Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Selasa 11 Desember 2018.

Kedatangan Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 02 ini malah mendapat penolakan dari sejumlah pedagang dengan memajang spanduk dan sorakan.

Kejadian berawal saat rombongan Sandiaga Uno mendatangi pasar tradisional itu. Kondisi jalan yang becek usai hujan, tak menggoyahkan niat Sandiaga untuk berkeliling pasar.

Alih-alih mendapat simpati, Cawapres yang berpasangan dengan Capres Prabowo Subianto tersebut, terperangah saat mendapati spanduk kertas berisi penolakan kedatangannya.

Spanduk itu bertuliskan “Pak Sandi Uno, sejak kecil kami sudah bersahabat. Jangan pisahkan kami gara-gara Pilpres, Pulanglah!!!. Kemudian poster lainnya #2019 tetap Jokowi. Apapun alasannya pilihan kami tetap Jokowi. Berapapun angkanya pilihan kami tetap 01”

Karena penasaran, Sandiaga yang didampingi sejumlah petugas pengamanan langsung mendatangi salah satu warung pedagang yang tendanya memajang spanduk berisi penolakan itu. Sandiaga mencari si pemilik warung itu.

“Mana orangnya? panggil orangnya, sini pak, sini,” kata Sandiaga.

Lantas pemilik warung yang bernama Hendrijon Sihotang langsung menemui Sandiaga. Namun bukannya takut, pria ini mengutarakan sikapnya kepada Sandiaga bahwa ia bersama sejumlah pedagang lainnya tetap memilih Jokowi.

“Karena apapun masalah dan ceritanya, kami tetap memilih Jokowi,” ucap Hendrijon.

Mendengar itu, Sandi menanyakan alasan Hendrijon membuat poster yang menyuruhnya pulang.

“Kenapa kami disuruh pulang? nggak apa-apa, kita kan bersahabat pak. Kita bersahabat boleh. Boleh kami datang ke sini? kata Sandi lagi.

Hendrijon yang membuat dan menempel spanduk itu menjawab boleh-boleh saja rombongan Sandi datang ke pasar tersebut. Tapi apapun ceritanya mereka tetap memilih Jokowi. “Boleh-boleh saja pak,” ungkap Hendrijon.

Sandiaga menjelaskan bahwa kedatangannya ke pasar itu tak akan memisahkan para pedagang.

“Kita bersahabat, bapak milik pak Jokowi juga nggak apa-apa. Saya datang ke sini untuk mendapat aspirasi masyarakat. Terimakasih, kita memang harus bersahabat, dan saya tak ingin memisah-misahkan. Tapi saya ingin ini dicoret, karena saya bukan mau memisah-misahkan. Ini Pak Hendrijon sahabat saya, terimakasih saya sudah disambut dengan baik,” papar Sandi berulangkali.

Sandi juga sempat menanyakan apakah Capres nomor urut 01 Jokowi pernah mendatangi pasar itu. Ternyata para pedagang menyatakan Jokowi belum pernah blusukan ke pasar tersebut.

“Pak Jokowi pernah ke sini? Oh belum pernah, nanti saya insyaallah akan bertemu dengan Pak Jokowi tanggal 17. Nanti akan saya sampaikan bahwa pak Hendrijon Sihotang mendukung Pak Jokowi,” urai Sandi sambil menjabat tangan Hendrijon.

Pedagang yang melihat kejadian itu tampak sangat antusias, tak sedikit dari mereka yang melontarkan sorakan. Sandiaga bersama rombongan lantas berpamitan pada pedagang untuk meninggalkan pasar tersebut.

Kemudian, rombongan Cawapres Sandiaga Uno melanjutkan blusukan dengan membeli sejumlah barang dagangan sepertinikan asin, tempe dan beberapa jenis sayur mayur.

Dalam perbincangannya dengan sejumlah pedagang, Sandi menyampaikan rasa prihatin atas turunnya harga beberapa komoditas pertanian yang berdampak pada lemahnyabekonomi masyarakat menengah ke bawah.

Dia berjanji akan membenahi perekonomian Indonesia jika terpilih pada Pilpres 2019 mendatang.

(fnr)

Berikan Komentar