Blusukan ke Rumah Ibadah, Kapolsek Kutalimbaru Sosialisasi Antinarkoba

oleh -528 views
Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH MH (tengah depan) foto bersama Badan Jemaat Pondok Mencirim dan warga jemaat GBKP usai sosialisasi dan ibadah bersama.

garudaonline – Medan | Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH MH melakukan sosialisasi antinarkoba kepada puluhan jemaat GBKP Pondok Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Minggu (6/8/2017).

Mengenakan kemeja putih lengan pendek, orang nomor satu distruktur organisasi Polsek Kutalimbaru itu tiba di GBKP pukul 10.00 WIB.

“Ini merupakan implementasi program unggulan mingguan Polsek Kutalimbaru, ‘Minggu Berkat’. Kerja cerdas, kerja keras, kerja tuntas, kerja ikhlas. Ya, sekalian ibadah bersama,” ujar Martualesi sambil berlalu masuk ke dalam gereja.

Dihadapan Badan Jemaat Pondok Mencirim seperti  Pt.Antonius Tarigan, Pt.Terus Malem Ginting, Dk.Afriandi Sembiring, Dk.E.Soliana Br Sitepu, dan puluhan warga jemaat GBKP Sei Mencirim, Martualesi menyampaikan soal bahaya narkoba.

Dikatakan, peredaran narkoba di Sei Mencirim sangat marak padahal narkoba sumber segala kejahatan. Peredaran narkoba tidak memandang status sosial, umur, profesi, jenis kelamin, narkoba merusak syaraf dan kesehatan serta membuat hilang atau menurunnya tingkat kesadaran dan membuat ketergantungan.

“Peredaran narkoba harus kita perangi secara tuntas dan berkesinambungan. Anak-anak Tuhan tidak bisa lagi berpikir bukan keluarga bukan siapa siapaku yang terlibat karena jaminan itu tidak akan berlaku selamanya karena kalau sekarang bapak ibu berpikir demikian besok lusa anak-cucu kita tidak akan bisa kita jamin,” ujarnya.

Untuk memberantas narkoba di Sei Mencirim, sambung Martualesi, diperlukan kepedulian bersama.

“Mari saling bahu membahu dan tolong menolong. Jadilah mitra yang baik untuk polisi dengan memberikan informasi yang akurat terkait narkoba. Bapak ibu bisa menghubungi kami di nomor handphone kami 08126345618.”

“Jangan terprovokasi jika ada penggerebekan dengan pengalihan isu dari kelompok pengedar yang berteriak rampok, maling, bakar karena beberapa kali penggerebekan di Sei Mencirim warga malah menghalangi penangkapan,” imbuh Martualesi.

(g/01)

Berikan Komentar