BNN Sebut Kemenko Maritim dan KKP Belum Berkontribusi Cegah Penyelundupan Narkoba

oleh -996 views
Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari (3 dari kiri) memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus narkoba libatkan anggota DPRD Kabupaten Langkat Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong

garudaonline – Medan | Perkembangan penyelundupan narkoba dari luar negeri khususnya dari Malaysia ke Indonesia kian marak menggunakan jalur laut.

Sebagai negara Kepulauan, wilayah Indonesia faktanya sangat lemah pengawasan terutama di jalur laut. Kondisi ini menjadi pintu masuk bagi kejahatan trans nasional atau kejahatan lintas negara seperti peredaran gelap narkotika.

“Indonesia memiliki banyak sekali pulau dan laut yang luas. Tentunya ini menjadi kendala bagi kita karena kesulitan pengawasan,” kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari saat paparan kasus di Pelabuhan Belawan, Selasa 21 Agustus 2018.

“Kita memiliki kekayaan laut, tapi juga menjadi jalan bagi kejahatan trans nasional seperti peredaran gelap narkotika,” tambahnya.

Melihat tingginya penyeludupan narkotika melalui jalur laut, Arman menuding Kemenko Maritim serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum ada berkontribusi dalam mencegah penyeludupan narkotika.

Apalagi selama ini dalam pengungkapan kasus penyeludupan narkotika, BNN, kata Arman, lebih banyak bekerjasama dengan Polri, Bea Cukai dan TNI Angkatan Laut.

“Kita punya Kementerian Koordinator Kemaritiman serta Kementerian Kelautan dan Perikanan, tapi belum bekerja maksimal dan terus terang saja, belum ada kontribusi dalam penangkapan-penangkapan yang kita lakukan bersama TNI Angkatan Laut , Polisi dan Bea Cukai,” tegas Arman.

Misalnya saja, lanjut Arman, pengungkapan penyeludupan sabu 105 Kg dan 30 ribu butir ekstasi asal Malaysia yang masuk ke Indonesia melalui Selat Malaka, tim BNN bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut, Polisi dan Bea Cukai.

Dari pengungkapan kasus ini, ditetapkan 11 orang tersangka, satu orang di antaranya merupakan anggota DPRD Kabupaten Langkat.

“Minggu dan Senin lalu, kita lakukan pencegatan di laut bersama TNI AL dan Bea Cukai. Hasil pengembangan dari kasus penangkapan itu, kemudian kita melakukan penangkapan sporadis khususnya di wilayah Pangkalan Susu dan Pangkalan Berandan Kabupaten Langkat, Sumut,” terangnya.

(voshkie)

Berikan Komentar