BNN Sumut Sita 143,3 Kg Sabu Selama 2018

oleh -359 views

garudaonline, Medan: Penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah Sumatera Utara (Sumut) masih sangat memprihatinkan. Selama kurun 2018 saja, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut menyita narkotika jenis sabu sebanyak 143.951,40 gram atau 143,9 Kg dari berbagai lokasi.

“Barang bukti narkotika jenis sabu memang paling banyak kami sita selama 2018,” kata Kepala BNNP Sumut Brigjend Pol Marsauli Siregar, Rabu 12 Desember 2018.

Marsauli mengatakan selain sabu, BNNP Sumut juga turut mengamankan barang bukti lain berupa pil ekstasi 48.153 butir, ganja 462.700 gram, narkotika cair 15 liter dan ladang ganja 5,5 Hektar. Barang bukti ini diamankan dari 21 kasus dengan jumlah tersangka 59 orang.

“Dalam melakukan pemberantasan narkotika, kami juga menyidik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap para tersangka narkoba. Untuk TPPU jumlah kasusnya ada 6, dengan tersangka sebanyak 8 orang,” ucapnya.

Dari angka itu, lanjut Marsauli, BNNP Sumut mengamankan barang bukti hasil TPPU berupa uang tunai Rp 18,4 miliar, mata uang asing RM 4.250, kemudian 8 unit mobil, 8 unit rumah, 4 unit ruko, 3 objek tanah, dan 10 jenis perhiasan.

“Selain itu, sebanyak 1.770 pencandu narkoba telah mendapatkan layanan rehabilitasi sepanjang tahun 2018. Dari 1.770 klien yang direhab di antaranya 1.401 orang mendapat rehabilitasi rawat jalan dan 369 orang rawat inap,” paparnya.

Dia menambahkan, rehabilitasi dilakukan sesuai dengan tingkat ketergantungan narkotika yang didapat dari hasil asesemen awal klien. Dari jumlah klien yang menjalani layanan pasca rehabilitasi, sebanyak 133 orang mendapatkan layanan pasca rehabilitasi, dan 90 orang di antaranya telah melakukan pelatihan vokasional (bimbingan kejuruan).

“Selain melakukan pemberantasan, rehabilitasi, BNNP Sumut juga melakukan tindakan pencegahan dengan menggelar disemasi informasi pada 3.965.895 warga Sumut dan advokasi kebijakan pembangunan berwawasan anti narkotika dengan menggandeng 1.492 relawan anti narkoba,” urainya.

Marsauli menerangkan tindakan pencegahan ini sangat diperlukan untuk meredam peredaran gelap narkotika. Terlebih, Sumut yang mendapat peringkat ke-2 penyalahgunaan narkoba di Indonesia dengan angka prevelansi tahun 2017 adalah 2,53 persen dari jumlah penduduk Sumut 10.137.500 jiwa.

“Pencegahan ini memberikan pemahaman masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta mencegah meluasnya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” pungkasnya. (dfnorris)

 

Berikan Komentar