BNN Tetapkan 11 Orang Tersangka Penyeludupan 105 Kg Sabu dan 30 Ribu Butir Ekstasi

oleh -822 views

garudaonline – Belawan | Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Bea Cukai, TNI Angkatan Laut dan Polri menangkap 11 orang yang terlibat dalam penyeludupan 105 Kg sabu dan 30 ribu butir ekstasi kualitas terbaik.

Ke 11 orang yang merupakan jaringan sindikat internasional ini ditangkap dari tiga wilayah yakni Kepulauan Riau, AcehTimur dan Pangkalan Susu Provinsi Sumatera Utara.

“Ke 11 orang ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,” kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari saat paparan kasus di Pelabuhan Belawan, Selasa 21 Agustus 2018.

“Barang bukti yang disita sabu 105 kg, bukan 150 Kg. Selain itu ekstasi kualitas terbaik 30 ribu butir. Pengungkapan penyeludupan narkotika ini merupakan hasil kerjasama dengan TNI AL, Kepolisian, Bea Cukai,” tambahnya.

Arman menjelaskan ke 11 orang tersangka yang ditangkap, satu di antaranya merupakan anggota DPRD Kabupaten Langkat bernama Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong.

Pada saat ditangkap, Ibrahim yang terdaftar dalam DCS (daftar calon sementara) Kabupaten Langkat untuk Pemilu 2019 ini tengah melakukan kampanye di Pelabuhan Pangkalan Susu.

“Nah pada saat tim kita datang, dia mengira kami dari Bawaslu, karena saat itu dia tengah kampanye menemui masyarakat. Jadi modusnya kampanye sekaligus akan menjemput barang (narkotika). Saat mereka ditangkap, mereka tidak menyangka kalau itu adalah tim BNN,” terang Arman.

Pengungkapan kasus ini, lanjut Arman, dilakukan sejak Minggu 19 Agustus hingga Senin 20 Agustus 2018. Pada Minggu, tim gabungan awalnya menangkap kapal kayu berwarna biru di Perairan Selat Malaka.

Dari lokasi ini ditangkap sejumlah orang. Selanjutnya dilakukan pengembangan hingga ditangkaplah total 11 orang tersangka.

“Pemilik narkotika ini adalah warga Pangkalan Susu yang status pekerjaannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Langkat. Dia sudah mengakui bahwa status pekerjaannya sebagai anggota DPRD. Ini sangat disayangkan, sebagai anggota dewan, justru pelaku menjadi bandar dan pengedar,” ungkapnya.

“Ini membuktikan bahwa pelaku narkoba tidak memandang usia dan profesi. Ini sindikat, maka semua tersangka akan dikenakan  pasal yang sama dengan ancaman hukuman mati,” bebernya.

(voshkie)

Berikan Komentar