BNPB Sebut Pemakaman Sutopo ala Militer, Peserta PNS Boyolali

oleh -103 views

garudaonline, Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo menyebutkan pemakaman Kepala Pusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho hari ini akan dilakukan seperti pemakaman militer dengan peserta para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Boyolali, Jawa Tengah.

“Pemakamannya akan kita coba dengan tata cara militer, tetapi pesertanya dari kalangan PNS,” ujarnya usai mengantar jenazah ke rumah duka di Perumahan Raffles Hills, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (7/7) malam.

Ia mengaku untuk mewujudkan hal tersebut, BNPB sudah bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Boyolali guna menerjunkan PNS sebagai peserta upacara pemakaman almarhum Sutopo.

Doni mengatakan, kepergian Sutopo membuat keluarga besar BNPB merasa kehilangan. Pasalnya, Sutopo dikenal sebagai sosok militan dalam bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Dalam kondisi menderita sakit masih senantiasa menjalani tugasnya, dengan segala kemampuan yang dimiliki untuk menginformasikan kebencanaan. Pak Topo bekerja dengan hati,” kata Doni.

Doni mengatakan dalam perjalanan pengobatan atas penyakit kankernya di China, kondisi Sutopo sempat membaik. Itu, sambungnya, terlihat pada tiga pekan setelah menerima perawatan di Guangzhou St. Stamford Modern Cancer Hospital, China.

“Tiga minggu Pak Topo berada di Guangzhou St. Stamford Modern Cancer Hospital, beberapa hari terakhir menunjukkan kemajuan, penyembuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Konsul Jenderal RI di Guangzhou Gustanto yang ikut mengantar jenazah Sutopo diterbangkan dari China ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang mengatakan almarhum meninggal dunia akibat cardiac heart attack atau gagal jantung.

“Penyebab utama kematian beliau adalah cardiac heart attack,” katanya di ruang Kargo Jenazah Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Minggu malam.

Dia mengatakan berdasarkan keterangan dokter di Guangzhou St. Stamford Modern Cancer Hospital, China, Sutopo juga terkena left lung adenocarcinoma with multiple metastases atau kanker paru-paru. Kanker tersebut, menurut Gustanto, mengenai bagian ginjal dan bagian lain seperti tulang.

Sutopo meninggal pada Minggu 7 Juli 2019 sekitar pukul 02.00 waktu setempat saat sedang menjalani pengobatan kanker paru-paru di Guangzhou St. Stamford Modern Cancer Hospital, China.

Jenazah tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 20.10 WIB dan diberangkatkan ke rumah duka di Depok, Jawa Barat, pada sekitar pukul 21.25 WIB. Setelah dimandikan dan disalati, jenazah Sutopo dibawa kembali ke Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 00.30 WIB untuk diterbangkan ke Bandara Adi Soemarno, Solo pada pukul 06.55 WIB.

Dari sana, jenazah pun akan dibawa langsung ke Boyolali untuk dimakamkan di daerah kelahirannya tersebut sekitar pukul 09.30 WIB. (CNN/dfn)

Berikan Komentar