Bocah 8 Tahun Disuruh Temannya Minum Air Kencing dan Kakinya Dibakar

oleh -717 views

garudaonline – Tanjungbalai | MAS (8) warga Jalan Masjid, Sirantau, Datuk Bandar, Tanjungbalai, Provinsi Sumatera Utara, menjadi korban kekerasan yang dilakukan temannya WA (10).

Bocah ini diduga disuguhi pelaku dengan air kencing dan kaki kirinya terbakar karena tersiram bensin.

Peristiwa itu terjadi saat keduanya tengah bermain di lingkungan tempat tinggal mereka pada Selasa 6 November 2018. Orangtua korban lantas membuat laporan ke Polres Tanjungbalai pada Kamis 8 November 2018 malam.

MAS yang masih terbaring lemah di kasurnya menceritakan saat itu WA menyodorinya botol air mineral. WA menyebutkan botol itu berisi air teh manis.

“Dia bilang, minum, minum, enak teh manis, kata dia. Rupanya awak cium air kencing dia,” kata MAS, Jumat 9 November 2018.

MAS pun sempat meminum pemberian WA. Menurut MAS, air yang dia minum ternyata air kencing pelaku. Setelah mengetahui yang diminumnya adalah air kencing, MAS pun menjerit minta tolong pada ibunya.

“Terus aku lari minta tolong sama mamak ku,” urai bocah ini dengan kaki masih diperban.

Ibu korban, Uci (36) menambahkan aksi pelaku tak sampai di situ saja. Menurut Uci, celana anaknya juga disiram pelaku pakai bensin dan dibakar. Api menyambar ke kaki kirinya yang juga terkena bensin. MAS langsung dilarikan ke RSUD Tengku Mansur Tanjungbalai.

“Pertamanya disuruh minum air kencing, terus ditaruh bensin ke celananya, mungkin ya. Bensin itu pun tercurah ke kaki tersambarlah semua. Cuma karena nggak ada saksi dan bukti-bukti yang kuat kayaknya ditanggapi gitu aja, tidak ada laporan tertulis,” ucapnya.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa itu. Menurutnya kedua bocah tersebut awalnya bermain bersama.

“Awalnya main-main gitu, sesama anak-anak main-main terus ada yang bawa bensin,” terang Irfan Rifai.

Namun, kata Irfan Rifai, polisi masih mendalami peristiwa itu. Polisi masih mendalami apakah kaki korban sengaja dibakar pelaku atau terbakar.

“Informasi yang kami dapat, mereka awalnya main-main gitu. Yang temannya si WA itu membawa bensin, ntah itu tertuang atau tersenggol atau bagaimana, lalu terbakar. Ini yang kita masih ragu, apakah dibakar atau terbakar,” pungkasnya.

Menurut Irfan, berdasarkan informasi yang mereka peroleh, korban MAS diduga suka menghirup bau bensin. Jadi pelaku menawarkan kepada korban air teh dalam botol mineral. Jika korban mau meminumnya, maka pelaku akan memberikan bensin.

“Ada informasi yang kami dapat, korban suka menghirup bau bensin. Jadi pelaku bilang “Nih kalau kamu mau minum air teh, ini nanti saya kasi bensin ini. Jadi pelaku menyampaikan air teh, tapi menurut pengakuan korban itu bensin dicampur air kencing. Tapi itu baru pengakuan korban,” terangnya.

Kasus itu, lanjut Irfan, masih didalami. Polisi akan menindaklanjuti kasus ini dengan menggunakan UU Perlindungan Anak dan UU Sistem Peadilan Anak.

“Tetap kita proses. Jadi mengingat ini saksi korban dan pelaku merupakan anak-anak, maka yang kita kedepankan adalah diversi. Untuk korban nggak begitu parah, kalau kata dokter luka bakarnya sekitar 5 persen. Jadi tiga hari sembuh lah,” ungkapnya.

(voshkie)

Berikan Komentar