Bocah Imigran Meninggal dalam Tahanan AS

oleh -338 views

garudaonline, Jakarta: Seorang bocah lelaki asal Guetemala berusia 8 tahun dilaporkan meninggal tak lama setelah ditahan oleh polisi perbatasan Amerika Serikat. Kematian anak imigran ini merupakan yang kedua dalam bulan ini, ditengah upaya Presiden AS Donald Trump mendapatkan kesepakatan anggaran tembok perbatasan AS-Meksiko.

Dikutip dari Reuters, Anak tersebut dan ayahnya ditahan pada Senin (24/12) ketika seorang patroli perbatasan melihat sang anak menunjukkan tanda-tanda sakit. Ayah dan anak itu dibawa ke Pusat Medis Regional di New Mexico dan didagnosis menderita flu dan demam biasa.

Namun, kemudian sang anak mulai muntah dan kembali dipindahkan ke rumah sakit hingga akhirnya meninggal. Penyebab resmi kematian hingga kini belum diketahui.

Ini adalah kali kedua, anak migran meninggal setelah ditahan oleh agen perbatasan AS. Pemerintah Trump saat ini tengah berusaha mencegah orang-orang melintasi perbatasan secara ilegal untuk mencari suaka. Pada saat yang sama, askes masuk ke pelabuhan secara resmi juga dibatasi.

Trump bahkan mengancam penutupan sebagian pemerintah federal (government shutdown) akan berlangsung hingga permintaan anggaran untuk membangun tembok di perbatasan AS-Meksiko terpenuhi.

Penutupan pemerintahan AS dimulai pada Sabtu (22/12), dan belum ada tanda-tanda upaya nyata untuk membuka kembali lembaga yang ditutup oleh kebuntuan politik atas permintaan Trump anggaran tembok perbatasan tersebut.

“Saya tidak bisa memberi tahu Anda kapan pemerintah akan dibuka kembali. Saya bisa mengakatakan pemerintahan tidak akan dibuka kembali sampai AS memiliki tembok, pagar, apa pun. Apa pun yang bisa menghalangi orang-orang yang ingin mengungsi ke AS dengan narkoba,” ujar Trump.

Pendanaan untuk sekitar seperempat program federal, termasuk departemen Keamanan Dalam Negeri, Keadilan, dan Pertanian berakhir pada tengah malam pada Jumat (21/12). Tanpa kesepakatan untuk memecahkan kebuntuan, penutupan itu kemungkinan akan berlanjut hingga tahun depan.

Membangun tembok perbatasan adalah salah satu janji kampanye Trump yang paling sering diulang, tetapi Demokrat dengan keras menentangnya. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar