BPJS Kesehatan Gelar Sosialisasi Pada Anggota TNI

oleh -310 views

garudaonline – Medan | Kerjasama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan TNI bukan hanya berkaitan dengan kepesertaan, tetapi juga pelayanan kesehatan. Karena itu program JKN-KIS harus didukung fasilitas yang cukup dan menjadi tanggungjawab semua pihak, baik pemerintah, swasta dan jajaran TNI.

“Sosialiasi ini menjelaskan kebijakan terbaru BPJS Kesehatan, pemanfaatan, optimalisasi serta mekanisme pelayanan kesehatan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), khususnya bagi anggota TNI,” kata Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJKS Kesehatan, Arief Syaefuddin, Sabtu 14 Oktober 2017.

Menurut Arief, sosialisasi kepada mitra rutin dilaksanakan untuk update terhadap program-program BPJS Kesehatan. Tujuannya agar peserta mendapat manfaat sesuai haknya melalui sistem prosedur  yang benar

“Apalagi banyak RS TNI yang sekarang ini dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Ada FKTP dan FKRTL milik TNI. Ini bentuk fungsi TNI dalam upaya mensukseskan program ini JKN-KIS,” terangnya.

Deputi Wilayah Sumut & Aceh dr Budi Mohamad Arief menuturkan, peran TNI di bidang kesehatan semakin berkembang dengan adanya program JKN-KIS yakni dengan bertumbuhnya fasilitas kesehatan (faskes) TNI, baik faskes primer maupun faskes lanjutan untuk dimanfaatkan masyarakat.

“Kalau semua unsur, TNI, Pemda, semua bergerak bersama, maka tekad kita untuk mencapai universal coverage pada 2019 akan semakin mungkin diwujudkan,” urainya.

Mewakili Pangdam I/BB, Kolonel Ckm Dr Purwo Setyanto menyebutkan, saat ini kepesertaan BPJS prajurit TNI di jajaran Kodam I/BB mencapai 99,86 persen. Dengan adanya program JKN KIS semakin memudahkan prajurit TNI dalam memperoleh layanan kesehatan. Terutama prajurit yang bertugas di daerah terpencil.

“Anggota kami yang tersebar di daerah terpencil, kalau ada masalah kesehatan tidak harus dirujuk ke Putri Hijau. Bisa menggunakan faislitas di daeah, di RSUD. Permasalahan yang kerap dihadapi anggota TNI dengan program JKN-KIS. Kami selalu berganti, mulai dari tamtama, bintara. Kartu saya saja, faskes saya masih di Pekan Baru,” tuturnya.

(fidel)

Berikan Komentar