BPS: Harga Kebutuhan Pokok Menurun, Sumut Alami Deflasi 0,51 Persen

oleh -328 views

garudaonline, Medan: Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami deflasi akibat terjadinya penurunan harga kebutuhan pokok di Sumatera Utara (Sumut). Deflasi ini menimpa tiga daerah di Sumut, yakni Sibolga sebesar 0,28 persen, Pematangsiantar sebesar 0,01 Persen, dan Medan sebesar 0,64 persen.

“Dengan demikian di Sumut pada bulan November 2018 deflasi sebesar 0,51 persen,” ucap Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Bismark SP Sitinjak, Selasa (4/12/2018)

Menurut keterangan Bismark, di ‎bulan November 2018, Medan alami deflasi sebesar 0,64 persen atau terjadi penurunan indeks dari 139,26 pada bulan Oktober 2018 menjadi 138,37 pada bulan November 2018.

“Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks tiga kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,30 persen, kelompok sandang sebesar 0.24 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,10 persen,” tutur Bismark.

Sementara itu, kelompok yang mengalami peningkatan indeks. Bismark menyebutkan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,06 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,20 persen.

“Kemudian, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,04 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,68 persen,” ucap Bismark.

Ia mengungkapkan komoditas utama penyumbang deflasi selama bulan November 2018 di Medan, antara lain cabai merah, cabai rawit, gaun atau terusan, jas, daging sapi, cabai hijau, dan gula pasir.

“Deflasi tertinggi terjadi di Kota Medan sebesar 0,64 dengan IHK sebesar 138,37,” kata Bismark.

Bismark menjelaskan ‎Perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Medan pada November 2018 secara umum menunjukkan adanya penurunan. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks tiga kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,30 persen, kelompok sandang sebesar 0.24 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,10 persen.

“Untuk kelompok yang mengalami peningkatan indeks yaitu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,06 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,20 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,04 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,68 persen,” ungkap Bismark.

Pada November 2018 kelompok pengeluaran yang memberikan andil deflasi di Sumut, yaitu kelompok
bahan makanan sebesar 0,82 persen dan kelompok sandang sebesar 0,01 persen.‎

“Dari 23 kota IHK di Pulau Sumatera 17 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Banda Aceh sebesar 0,92 persen dengan IHK sebesar 128,18 dan terendah terjadi di Meulaboh sebesar 0,08 persen dengan IHK sebesar 132,45,” pungkasnya. (dfnorris)

Berikan Komentar