BREAKING NEWS : Pembunuh Aktivis dan Mantan Caleg NasDem di Labuhanbatu Ditangkap

oleh -330 views
Dua tersangka pembunuhan aktivis lingkungan hidup, Maratua Parasian Siregar alias Sanjai dan mantan caleg Partai Nasdem, Maraden Sianipar.

garudaonline – Medan | Dua tersangka kasus pembunuhan aktivis lingkungan hidup, Maratua Parasian Siregar alias Sanjai dan mantan caleg Partai Nasdem, Maraden Sianipar berhasil ditangkap.

Keduanya ditangkap aparat gabungan dari Satuan Reserse Kriminal Polres Labuhanbatu dan Unit Reskrim Polsek Panai Hilir dari kediaman masing-masing pada Selasa, (5/11/2019) dini hari.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Kasubbid Penmas) Polda Sumatera Utara, AKBP MP Nainggolan membenarkan penangkapan tersebut.

“Ya benar, ada dua orang sudah ditangkap,” kata Nainggolan saat dikonfirmasi, Selasa (5/11/2019).

Dijelaskan, kedua tersangka yang ditangkap tersebut adalah VS alias Pak Revi (49) dan SH alias Pak Tati (50) warga Dusun VI Sei Siali Desa Wonosari Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu,

“Peran tersangka VS alias Pak Revi dan SH alias Pak Tati ini adalah memukul kedua korban dengan kayu balok sepanjang 1 meter lalu memasukkannya ke parit bekoan,” terangnya.

“Masih ada empat tersangka lagi yang masih dikejar. Mereka adalah, JS, marga S alias Pak Ria, marga S dan marga P,” sambungnya.

Mantan Kapolres Nias Selatan itu mengatakan, motif dari pembunuhan itu diduga dendam terkait lahan kebun kelapa sawit.

“Untuk sementara, motifnya dendam soal lahan kebun sawit. Penyidik masih melakukan pendalaman.”

“Kedua tersangka masih dalam pemeriksaan untuk pengembangan lebih lanjut,” jelasnya.

Selain kedua pelaku, petugas juga menyita barang bukti 1 unit sepeda motor honda Revo BK 5185 VAB warna hitam.

“Setelah diintrogasi, kedua pelaku mengakui perbuatannya sebagai pelaku pembunuhan dan mereka yang melakukan pembunuhan tersebut sebanyak enam orang.”

“Empat tersangka lagi masih DPO,” jelas Nainggolan sembari menyebutkan para tersangka dipersangkakan dengan Pasal 340 subs 338 jo 55,56 KUHPidana.

(cok)

Berikan Komentar