Bukan Hanya Tanda Penuaan, Tapi Kerutan Dahi Juga Berkaitan dengan Risiko Sakit Jantung

oleh -465 views

garudaonline, Jakarta: Kerutan di dahi bukan cuma tanda penuaan. Lebih dari itu, kerutan di dahi dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

Sebuah penelitian teranyar menyebutkan bahwa seseorang dengan banyak kerutan di dahi berpotensi terserang beberapa gangguan kesehatan seperti jantung dan tekanan darah tinggi.

“Mereka dengan jumlah kerutan yang banyak sepuluh kali lebih mungkin terkena serangan jantung,” tulis pemimpin studi, Yolande Esquirol, dari Center Hospitalier Universitaire de Toulouse, Prancis, melansir The Independent.

Kerutan di dahi dalam jumlah banyak bisa menjadi penanda aterosklerosis atau pergeseran arteri karena penumpukan plak. Hal ini berarti kerutan di dahi bisa menjadi penanda awal penuaan.

Namun, bukan berarti kerutan di dahi menjadi satu-satunya yang bisa menunjukkan penyakit jantung. Beberapa faktor tentu tak tergantikan seperti tenakan darah tinggi dan kolesterol.

Studi ini menganalisis lebih dari 3.200 orang dewasa Prancis berusia 32,41, 52, dan 62 tahun. Para peneliti memeriksa jumlah kerutan yang ada di dahi setiap subjek penelitian dan menentukan poin untuk setiap tingkatan. Poin 0 menyatakan bahwa kulit benar-benar halus, sementara poin 3 menggambarkan banyaknya kerutan di dahi.

Peneliti menemukan bahwa subjek penelitian dengan poin 1 sedikit berpotensi gangguan penyakit jantung dibandingkan mereka dengan poin 0. Sementara mereka dengan poin 3 disebutkan sepuluh kali lebih berisiko terkena penyakit jantung.

“Anda bisa melihat atau merasakan faktor risiko lain seperti kolesterol tinggi dan hipertensi. Jadi, kami mengeksplorasi dengan kerutan di dahi sebagai salah satu tanda gangguan jantung yang lebih sederhana dan mudah terdeteksi secara visual,” kata Esquirol.

Peningkatan risiko penyakit jantung meningkat seiring bertambahnya usia seseorang. Namun, gaya hidup dan penggunaan obat-obatan bisa memitigasi bahaya penyakit jantung.

Penelitian yang dipresentasikan dalam kongres European Society of Cardiology di Munich, Jerman ini merupakan kali pertama ditemukannya kaitan antara risiko penyakit jantung dan kerutan dahi. Kendati demikian, penelitian ini masih harus dikonfirmasi lagi oleh penelitian lainnya. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar