Bulog Amankan Stok Beras 61.000 Ton untuk 6 Bulan ke Depan

oleh -127 views

garudaonline, Medan: Untuk antisipasi ketersediaan bahan pangan, Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut) mengklaim stok beras aman sampai 6 bulan ke depan. Bahkan Bulog sudah menyiapkan stok beras sebanyak 61.000 ton dalam kegiatan puasa dan Idul Fitri 1440 Hijriah di tahun 2019 ini.

Mengutip keterangan Kepala Bulog Divre I Sumut, Basirun mengatakan jumlah stok sebanyak 61.000 ton tersebut sudah tersebar di seluruh wilayah Sumut. “Dengan jumlah stok sebesar itu mampu memenuhi kebutuhan sampai 6 bulan ke depan dan malah lebih. Karena operasional kami di bulan-bulan biasa hanya 3000 sampai 5000 ton. Artinya kalau saya gelontorkan 15.000 ton pun satu bulan gak ada masalah,” katanya Selasa (21/5) dalam konferensi persnya dan berbuka puasa dengan awak media.

Sementara itu untuk stok daging beku juga aman dimana persedian daging beku saat ini diklaim ada sebanyak 15 ton di gudang. Bahkan stok daging beku perjalanan dari Jakarta jadi total semuanya  ada 43 ton. “Jadi stok daging beku sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan permintaan masyarakat maupun kebutuhan paket sembako di pasar murah. Begitu juga dengan stok minyak goreng ada 60.000 liter,” ucapnya.

Saat ini, sambung Basirun pihaknya juga fokus pada paket-paket sembako yang bekerja sama dengan pihak instansi dan gelaran pasar murah. Paket-paket tersebut yang berisikan beras premium dan medium, gula, tepung dan daging beku.

“Pasar murah juga akan kita gelar yang bekerjasama Pemerintah Provinsi Sumut bersama BI pada tanggal 24 Mei jam 8 pagi. Di mana paket-paket itu kami (bulog) yang menyediakan. Dalam pasar murah ini juga ada mobile untuk penukaran uang jadi masyarakat yang butuh uang dan yang mau belanja sembako itu ada di kantor gubernur tepatnya Halaman Balai Kota, Kantor Gubernur Sumut,” terangnya.

Sementara itu untuk produk lain pihaknya sudah koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), kemudian Satgas Pangan, BI khususnya dalam menjaga ketersediaan pasokan serta harga di pasar.

“Tentunya moment tahunan ini kami himbau pada masyarakat bahwa pasokan kita cukup sehingga tidak perlu masyarakat panik kemudian memborong kebutuhan yang kadang bisa menyebabkan harga menjadi karena Pemerintah daerah, TPID dan Satgas Pangan, BI kita bersama-sama saling berkomunikasi dan memantau pasar untuk ketersedian pasokan kelancaran distribusi yang menjadi urgensi kita semua,” tutupnya. (Voshkie)

Berikan Komentar