Caleg Tak Transparan Soal Riwayat Hidup, KIPP: KPU Harusnya Malu

oleh -950 views

garudaonline, Jakarta: Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kaka Suminta menyayangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang masih belum optimal menyajikan data riwayat hidup calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019 di laman infopemilu.kpu.go.id. Hal itu dinilai akan jadi contoh buruk dalam demokrasi.

Hal tersebut dikatakan menanggapi sulitnya mengunduh dokumen riwayat hidup caleg DPR pada laman infopemilu.kpu.go.id.

“Harusnya KPU malu jika informasi yang seharusnya tersedia untuk publik tak bisa disajikan, karena KPU diberi sumber daya yang cukup untuk melakukan itu,” ujarnya, Rabu (14/11).

Kaka menganggap keterbukaan informasi adalah nafas pemilihan umum. Masyarakat sangat membutuhkan latar belakang caleg DPR yang akan dipilihnya. Oleh karena itu, Kaka menilai KPU mestinya lebih optimal mengelola laman resmi khusus pemilu agar masyarakat tidak kesulitan mencari tahu riwayat hidup para caleg DPR.

Kaka lantas juga menyayangkan ketika ada caleg yang tidak bersedia dokumen riwayat hidupnya diunggah ke laman infopemilu.kpu.go.id. Menurutnya, hal itu bakal menjadi preseden buruk bagi demokrasi.

Kaka tidak sepakat soal alasan caleg yang keberatan mempublikasikan riwayat hidup dan identitas lantaran takut sanak keluarga menjadi target olok-olok publik. Menurut Kaka, dalih tersebut tidak bisa digunakan di alam demokrasi yang mengedepankan transparansi. Terlebih, ada ranah hukum pidana yang dapat digunakan jika ada keluarga yang menjadi bulan-bulanan ejekan.

“Ya jangan nyaleg kalau begitu. Artinya tidak paham soal keterbukaan dalam demokrasi,” Kata Kaka.

Diketahui, KPU memberikan pilihan kepada caleg DPR bersedia atau tidak dokumen riwayat hidupnya dipublikasikan. Hal itu tertuang dalam PKPU No 20 tahun 2018.

Kaka menganggap tidak ada yang keliru mengenai aturan itu. Namun, kata Kaka, seharusnya caleg DPR tidak berlindung dengan PKPU tersebut ketika ingin merahasiakan identitas dan riwayat hidupnya.

“KPU hanya memberi alternatif. Ini soal moralitas, jadi KPU sudah benar, ” Ucap Kaka.

Beberapa caleg menganggap dirinya telah mengunduh dokumen. Ferry Juliantono misalnya. Caleg DPR dari Gerindra tersebut menganggap masalah itu berada di pengelolaan laman oleh KPU.

Selain itu, juga ditemukan sejumlah caleg yang tidak bersedia mempublikasikan dokumen riwayat hidupnya. Salah satunya adalah caleg DPR dari Partai demokrat Ferdinand Hutahaean. Dia memang sengaja melakukan hal itu demi melindungi identitas sanak keluarganya. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar