Darmin Nasution: Bunga Utang Indonesia Lebih Tinggi dari Thailand dan Malaysia

oleh -290 views

garudaonline, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui tingkat suku bunga surat utang (obligasi) Indonesia bertenor 10 tahun saat ini lebih tinggi dari beberapa negara tetangga di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

“Obligasi Indonesia lebih tinggi bunganya daripada Malaysia dan Thailand,” ucap Darmin di Istana Negara, Selasa (29/1).

Meski begitu, ia menilai ada faktor-faktor tertentu yang membuat tingkat bunga utang Indonesia lebih tinggi dari sesama negara tetangga. Namun, ia enggan merinci faktor tersebut. “Setiap negara itu tidak sama cara menghitung (tingkat bunga) obligasinya,” katanya.

Di sisi lain, Darmin memastikan tingkat bunga utang Indonesia yang tinggi tidak mengkhawatirkan. Tingginya tingkat bunga surat utang suatu negara, menurut dia, tidak mempengaruhi rasio penggunaan utang. Sebab, hal ini merujuk pada nilai Produk Domestik Bruto (PDB) masing-masing negara.

Berdasarkan data Asian Bonds Online, tingkat bunga utang Indonesia tercatat sebesar 8,12 persen. Sementara bunga utang Filipina 6,47 persen, Vietnam 4,88 persen, Malaysia sebesar 4,07 persen, Thailand 2,27 persen, dan Singapura 2,21 persen.

Sebelumnya pada Senin (28/1), Rizal ramli melalui akun media sosial menyebar informasi Indonesia akan menarik utang sebesar US$2 miliar dengan yieldatau imbal hasil atau yield 11,625 persen.

Rizal mengatakan yield tersebut merupakan yang tertinggi di kawasan. “Penguatan rupiah didukung oleh peningkatan pinjaman dengan bunga super tinggi!! Kreditor pesta pora. Rakyat semakin terbebani. Menkeu semakin ngawur,” katanya.

Namun tak berapa lama kemudian, Rizal kemudian meminta maaf atas informasi tersebut. Permintaan disampaikan karena ternyata besaran utang dan yieldyang ia sebut ternyata dikeluarkan pada 2009 lalu.

Meskipun meminta maaf atas kesalahannya tersebut, Rizal tetap bersikukuh ada yang salah dengan yield surat utang pemerintah. Menurutnya, yield surat utang pemerintah terbaru masih 8,5 persen, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan Vietnam yang hanya 5-6 persen. Rizal juga mengatakan secara substansi utang dan bunga yang ia sampaikan benar. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar