Data Rahasia Bocor ke Publik, Penderita HIV di Singapura Cemas

oleh -247 views

garudaonline, Jakarta: Kebocoran data rahasia 14.200 orang penderita HIV di Singapura secara daring membuat banyak orang terkejut.

“Informasi rahasia mengenai 14.200 orang yang didiagnosis dengan HIV hingga Januari 2013, dan 2.400 kontak mereka, dimiliki oleh orang yang tidak berwenang,” kata Kementerian Kesehatan Singapura dalam sebuah pernyataan dikutip dari AFP.

Mereka yang terkena dampak saat ini merupakan 5.400 warga Singapura yang didiagnosis dengan HIV hingga Januari 2013, dan 8.800 warga asing yang didiagnosis positif HIV hingga Desember 2011.

Di Singapura sendiri, orang-orang yang terdampak dengan bocornya data ini pun gusar.

Chew, seorang pria berusia 45 tahun mengatakan kepada The Straits Times bahwa kebocoran data ini sudah membahayakan reputasi pribadi dan profesionalnya.

“Perusahaan saya tentu saja tahu kalau saya menderita HIV dan saya cukup terbuka tentang itu kepada teman-teman yang baik. Mereka bertanya kepada saya tentang penyakit saya karena mereka peduli dengan tulus,” kata Chew, seorang petugas administrasi yang dihubungi Kemenkes bahwa data penderita HIV ini bocor.

“Tapi saya benar-benar khawatir bahwa semua informasi pribadi ini mungkin jadi bebas untuk umum, baik di tempat kerja dan di luar untuk penelitian. Dan juga ini adalah internet, begitu bocor di sana dan dibagikan (share) berulang, sudah tak akan bisa dilepaskan.”

Dia menambahkan bahwa masih ada stigma besar dan negatif tentang orang dengan HIV.

“Kondisi yang saya miliki tentang HIV jelas bukan sesuatu yang saya ingin disebarkan secara online. Ini bukan penghargaan.”

Sementara itu, Jay (bukan nama sebenarnya), pria berusia 20-an mengungkapkan bahwa kebocoran data ini bisa mengganggu kehidupan pribadinya.

Dia tak bisa melepaskan pikirannya pada ibunya yang berusia 60 tahun. Tak cuma itu dia juga beranggapan akan ada pelecehan dan penilaian tersendiri yang bakal dia dapatkan dari keluarga dan teman.

“Mengidap HIV adalah hal yang memalukan dan merupakan masalah yang sangat pribadi,” katanya.

“Saya takut jika data ini bocor maka keluarga, teman dekat saya akan dikucilkan dan ditertawakan.”

Untuk mencegah hal ini meluas, Roy Chan, Presiden Action for Aids (AFA) meminta masyarakat untuk tidak membagikan data rahasia tersebut jika mereka mendapatkannya.

“Kami paham bahwa ini adalah cobaan bagi banyak orang yang ada dalam daftar tersebut. Kami ingin menyatakan solidaritas kami sebagai komunitas yang terkena dampak HIV.” (CNN/voshkie)

Berikan Komentar