Dendam Diejek Rombongan Gajah, Satu Keluarga di Tanjung Morawa Dibunuh Tetangga

oleh -955 views
Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Agus Andrianto, S.H memberikan keterangan terkait pengungkapan kasus pembunuhan sekeluarga di Tanjung Morawa

garudaonline – Medan | Polisi mengungkap pembunuhan Muhajir (49) bersama istrinya Suniati (50) dan putranya M Solihin (12) di rumah mereka Dusun III Gang Rambutan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, Deli Serdang. Pembunuhan satu keluarga ini dipicu dendam lantaran pelaku sakit hati sering diejek oleh korban.

“Motifnya karena sakit hati sering diejek. Pelaku sakit hati karena korban mengolok-olok fisik dari pelaku, disebut rombongan gajah sudah tiba. Karena pelaku ini tubuhnya agak gemuk,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Agus Andrianto, S.H di depan Kamar Mayat RS Bhayangkara Medan, Senin 22 Oktober 2018.

Polisi bergerak cepat dan menangkap tiga orang pelaku di daerah Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, Senin 22 Oktober 2018 dini hari. Pembunuhan sadis ini diotaki oleh Agus Hariadi (40) yang tak lain merupakan tetangga korban sendiri. Agus Hariadi terpaksa ditembak mati karena melawan petugas

“Rio Suryaningrat alias Yoyo (40) dilumpuhkan dengan ditembak di bagian kaki. Sebelumnya polisi telah lebih dulu menangkap tersangka Dian Syahputra (29). Sedangkan satu pelaku lain berinisial Y yang menyembunyikan senjata api dan sangkur yang digunakan pelaku untuk membunuh korban, masih diperiksa,” jelas Kapolda.

Dalam penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk HP dan mobil Toyota Calya.

“Kendaraan sewaan ini digunakan untuk membawa dan membuang korban,” pungkasnya.

Pembunuhan itu telah direncanakan para pelaku selama dua hari. Kemudian, pada Senin 9 Oktober 2018 sekira pukul 23.00 wib, dalam cuaca hujan deras, para pelaku mendatangi rumah korban dengan alasan hendak meminjam uang.

Ketika masuk ke dalam rumah korban, tersangka Agus Hariadi langsung memukul kepala korban Muhajir dengan menggunakan batubata.

“Tersangka Rio masuk ke rumah korban dan mengikat dan melakban Muhajir. Kemudian istri dan anak korban yang melihat kejadian itu langsung diikat dan dilakban. Ketiga korban dikumpulkan di ruang tamu. Lalu ketiga tersangka membawa tubuh ketiga korban ke wilayah Kecamatan Telun Kenas dan membuangnya ke sungai sekitar pukul 03.00 wib pagi,” urai Kapolda.

Saat itu, korban Muhajir bersama istrinya Suniati masih dalam keadaan bernyawa. Dengan kondisi tangan dan kaki diikat dan mulut dilakban, pasangan suami istri ini dibuang ke sungai. Sedangkan M Solihin anak mereka sudah meninggal kehabisan nafas lantaran di lakban. M Solihin juga dibuang di tempat yang sama.

“Para pelaku dijerat dengan Pasal 340 jo Pasal 338 KUHPidana. Kita masih dalami apakah ada motif lain dalam kasus ini. Untuk sementara tidak ditemukan barang-barang korban yang hilang,” jelas Kapolda.

Satu keluarga ini dilaporkan hilang dari rumah mereka di Dusun III Gang Rambutan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, sejak Selasa (9/10/2018).

Hilangnya Muhajir, Suniati dan Solihin pertama kali diketahui Desy Rahmawati (23), putri sulung pasangan Muhajir dan Suniati yang tinggal di kawasan itu juga. Kemudian pada Kamis (11/10), jasad Muhajir (49), ditemukan.

Tubuh manajer pabrik kacamata PT Domas Intiglass Perdana, Tanjung Morawa, itu ditemukan warga di aliran Sungai Belumai, tepatnya di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir. Jenazah saat itu sudah membusuk, dengan posisi tangan dan kaki terikat tali nilon.

Tiga hari kemudian, Minggu (14/10) sekitar pukul 16.00 Wib, jasad M Solihin (12) ditemukan di tepi aliran Sungai Belumai di Dusun B Bintang Meriah, Desa Limau Mungkur, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hilir, Deli Serdang.

Pada Selasa (16/10) sekitar pukul 10.00 Wib, jasad Suniati yang terbawa arus, ditemukan di perairan Pulau Pandang, Batubara, Sumut.

(voshkie)

Berikan Komentar