Di Penghujung 2019, Polda Sumut Ungkap Peredaran Sabu 10 Kilogram

oleh -910 views
Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Martuani Sormin M.Si (3 dari kiri) didampingi Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum (2 dari kiri), Dirnarkoba Kombes Pol Hendri Marpaung (4 dari kiri), dan Dansat Brimob Kombes Abu Bakar Tertusi (kiri) merilis barang bukti 10 kilogram sabu

garudaonline – Medan | Menjelang penutupan tahun 2019, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara mengungkap sindikat pengedar narkoba dengan barang bukti 10 kilogram sabu-sabu.

Dari pengungkapan itu, polisi berhasil menangkap tiga orang tersangka, dimana seorang di antaranya tewas ditembak karena mencoba melarikan diri.

“Tersangka yang meninggal dunia itu berinisial S,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Martuani Sormin M.Si dalam keterangan persnya di RS Bhayangkara Medan, Selasa (24/12/2019).

“Peran tersangka S sebagai pengendali peredaran narkoba jenis sabu dari tersangka IIL dan IF,” sambung Kapolda didampingi Wakilnya Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum.

Lebih lanjut, pimpinan tertinggi dalam organisasi Polda Sumut ini menjelaskan bahwa pengungkapan sindikat pengedar 10 kg sabu ini berawal dari informasi masyarakat.

“Pada Rabu tanggal 18 Desember 2019 sekira pukul 08.00 WIB, kita menerima informasi ada satu orang laki-laki yang memiliki narkotika jenis sabu di Jalan Sei Besitang, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan,” sebut Kapolda.

Kemudian, personel Unit 2 Subdit I Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara melakukan penyelidikan di seputaran Jalan Sei Besitang, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Hasilnya, polisi berhasil menangkap seorang laki-laki berinisial IIL dengan barang bukti tas ransel berisikan narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 5 kilogram yang dibungkus dengan bungkusan teh China merk Guanyinwang.

“Nah, dari hasil keterangan dan analisa kasus tersangka IIL ini bahwa ada satu orang laki-laki menguasai narkotika jenis sabu di Jalan Kapten Sumarsono, Medan.”

“Kemudian Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara melakukan pengembangan pada hari Sabtu tanggal 21 Desember 2019 sekira pukul 22.00 WIB.”

“Hasilnya, seorang lagi tersangka berinisial IF ditangkap di Jalan Kapten Sumarsono, Kecamatan Helvetia Timur, Kota Medan dengan barang bukti sabu seberat kurang lebih 5 kilogram yang dibungkus dengan bungkusan teh China merk Guanyinwang dan Qing Shan,” papar Kapolda.

Dari hasil keterangan dan analisa kasus tersangka IF, sambungnya, narkotika jenis sabu tersebut diperoleh dari temannya yang berinisial S yang berada di Lubuk Pakam.

Lalu pada Minggu, 22 Desember 2019 sekira pukul 23.00 WIB di Jalan Lintas Lubuk Pakam, personel Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara melakukan pengembangan terhadap terhadap S yang merupakan pengendali peredaran gelap narkotika jenis sabu dari tersangka IIL dan IF.

Pada saat akan ditangkap, S mencoba melarikan diri lalu diberi tembakan peringatan ke udara 3 kali. Namun tembakan peringatan tersebut tidak dihiraukan sehingga polisi melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap tersangka S.

Selanjutnya, tersangka S dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan pertolongan medis. Namun pada saat di perjalanan menuju rumah sakit, S meninggal dunia.

Terhadap tersangka IIL dan IF hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan. Mereka dipersangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 dan paling banyak Rp 10.000.000.000,00.

Kapolda Sumut mengungkapkan bahwa pengungkapan 10 kilogram sabu tersebut dapat menyelamatkan anak bangsa sebanyak 100.000 orang dengan asumsi satu gram sabu untuk 10 orang pengguna.

(g.01)

Berikan Komentar