Dianggap Tidak Netral, Romo Minta Kapolda Sumut Dicopot

oleh -403 views

garudaonline, Medan: Komisi III DPR RI, Raden Muhammad Syafi’i menilai Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto tidak netral dalam menghadapi pesta demokrasi 2019. Pria yang akrab disapa Romo ini bahkan mengancam akan membuat perhitungan dengan Kapolda Sumut.

“Saya akan merekomendasikan ini di Komisi III. Untuk memberhentikan Kapolda Sumut. Kalian lihat nanti tanggal mainnya,” kata Romo di hadapan ratusan massa pada aksi mingguan Aliansi Umat Islam Bersatu di depan Kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Jumat (1/3/2019).

Romo menyebutkan Pasal 28 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian bahwa Kepolisian Republik Indonesia bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri dalam politik praktis. “Apakah ini sudah mereka laksanakan?,” tanya Romo kepada massa.

Massa serentak berteriak belum. Romo pun menegaskan akan mengingatkan Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto untuk menjalankan tugas sesuai koridornya.

“Kalau minggu lalu kita sebenarnya membongkar ketidaknetralan aparat kepolisian, ASN, kepala desa dan perangkat-perangkatnya. Sebenarnya ini lebih fokus memberikan acuan kepada mereka agar tidak melanggar batasan yang sudah dibuat oleh peraturan perundang-undangan,” ucapnya.

Sepanjang unjuk rasa massa terus memekikkan kalimat takbir. Namun tangan mereka menunjukkan simbol dua jari yang akrab dengan Calon Presiden Prabowo-Sandi. Di antara massa juga ada yang memakai rompi bertuliskan Tim Pemenangan Prabowo Sandi. Massa lalu membacakan ikrar menjaga Pemilu damai.

Saat memberikan keterangan ke sejumlah wartawan, Romo kembali membuat penegasan soal netralitas aparat. Dia mengatakan sudah mengumpulkan data terkait dugaan ketidaknetralan ASN dan aparat kepolisian.

“Masyarakat sudah menentukan pilihannya pada Pilpres nanti. Kalau hari ini ada gejolak dan sebagainya jangan salahkan rakyat karena ketidaknetralan yang mereka lakukan sudah sangat telanjang. Kenapa mereka memberikan contoh yang bisa membuat kekisruhan di masyarakat,” tegasnya.

Romo kembali mengimbau agar masyarakat jangan sampai terpancing. Jika ada intervensi atau pun provokasi, bisa langsung melaporkannya.

“Supaya tidak ribut iyakan saja. Tapi jangan ubah pilihan. Pilih yang mana terserah pilihan apapun. Yang pasti pilihan jangan diubah gara-gara ditekan diintimidasi atau diiming-imingi hadiah,” ujarnya.

Romo bahkan meminta Irjen Agus menarik ucapannya usai kericuhan acara Haul Nahdhatul Ulama di Tebingtinggi beberapa waktu lalu. Khususnya dari video yang beredar luas di media sosial.

“Bayangkan seorang kapolda memprovokasi. ‘Mereka belum berkuasa saja sudah seperti ini bagaimana kalau berkuasa. Maka hati-hati jangan salah pilih nanti akan menyesal’. Siapa maksud dia? prabowo?. Itu maksud dia?. Tolong dia tarik ucapannya itu , kami akan buat perhitungan sampai dia benar-benar selesai dalam karirnya,” tegasnya.(voshkie)

Berikan Komentar