Didakwa Terima Suap, Bupati Labuhan Batu Menangis Bersama Keluarga

oleh -368 views

garudaonline, Medan: Bupati nonaktif Labuhan Batu, Sumut, Pangonal Harahap (49) menangis bersama keluarganya usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Kamis (13/12/2018). Pangonal didakwa telah menerima Rp 42,28 miliar dan SGD 218.000 sebagai fee proyek dari pengusaha.

Dalam dakwaan yang dibacakan Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pangonal sebagai Bupati Labuhan Batu, telah melakukan beberapa perbuatan berlanjut, yakni menerima hadiah berupa uang yang seluruhnya Rp 42.280.000.000 serta uang sejumlah SGD 218.000 dari pengusaha Efendy Sahputra alias Asiong.

“Pemberian uang itu berlangsung sejak 2016 hingga 2018 dan diberikan melalui Thamrin Ritonga, Umar Ritonga (DPO), Baikandi Harahap, Abu Yazid Anshori Hasibuan,” ucap salah satu Penuntut Umum KPK, Dody Sukmono di ruang sidang Cakra 1.

Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya.

“Uang Rp 42,28 miliar dan SGD 218.000 itu diberikan Asiong agar terdakwa memberikan beberapa paket pekerjaan di Kabupaten Labuhan Batu pada Tahun Anggaran 2016, 2017 dan 2018 kepadanya. Dan, terdakwa pun memang memerintahkan jajarannya untuk memberikan proyek kepada perusahaan Asiong,” jelasnya di hadapan majelis hakim yang diketuai Irwan Effendi.

Pangonal didakwa telah melakukan perbuatan diatur dan diancam pidana Kesatu Pasal 12 huruf a atau Kedua Pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Yang akan kami buktikan di persidangan yaitu penerimaan uang atas fee-fee proyek yang ada di Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu,” ujar Dody Sukmono usai persidangan.

Setelah pembacaan dakwaan, Pangonal dan penasihat hukumnya tidak menyampaikan eksepsi atau keberatan. Persidangan pun ditunda hingga pekan depan untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Seusai persidangan, Pangonal duduk bersama keluarganya di bangku pengunjung ruang sidang. Dia tampak mencium tangan dan memeluk anggota keluarganya sambil menangis. Mereka pun terlihat menangis bersama di sana. Pangonal yang ditanyai wartawan, mengaku dakwaan KPK tersebut sudah benar.

“Sudah pas itu (dakwaan),” ujar Pangonal tak banyak berkomentar.

Pangonal duduk di kursi terdakwa setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Jakarta dan Labuhan Batu, Sumut, Selasa (17/7). Dia diringkus di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, karena diduga menerima suap. (dfnorris)

Berikan Komentar