Dikenal Pendiam, Juan Guaido Sukses Jegal Langkah Maduro

oleh -260 views

garudaonline, Jakarta: Presiden Majelis Nasional Venezuela, Juan Guaido, mendeklarasikan diri sebagai pemimpin interim negara di Amerika Selatan itu pada Kamis (24/1), di saat kisruh penggulingan Nicolas Maduro terus memanas.

Di hadapan ribuan orang di Caracas, Guaido menantang Maduro dengan secara sepihak mendeklarasikan diri bahwa dirinya telah merebut kewenangan eksekutif pemimpin sosialis itu sebagai presiden.

“Saya bersumpah untuk secara resmi mengambil kewenangan eksekutif nasional sebagai Presiden Venezuela demi mengakhiri perebutan kekuasaan, dengan membentuk pemerintahan transisi dan mengadakan pemilu bebas,” kata Guaido.

Guaido dengan bangga menganggap dirinya sendiri sebagai “orang yang bertahan atau survivor” ketika sebagian besar politikus senior oposisi Maduro dibungkam. Beberapa dari mereka dilarang berpolitik, ditahan, hingga diasingkan oleh rezim Maduro.

Ia merupakan pendiri Partai Popular Will (VP) pada 2009 lalu. Pemimpin VP sebelumnya,  Leopoldo Lopez, tengah menjadi tahanan rumah sejak 2014 lalu karena memimpin protes anti-Maduro.

Sementara itu, penerus Guaido di VP, Freddy Guevara, mengasingkan diri di kedutaan besar Chile di Caracas setelah dituduh menghasut protes pada 2017 lalu.

Maduro sendiri menganggap Guaido sebagai “anak-anak yang bermain politik.” Namun, Guaido baru-baru ini dilantik menjadi Presiden Majelis Nasional yang merupakan parlemen Venezuela.

Pelantikan itu berlangsung tak lama setelah politikus 35 tahun itu sempat ditahan selama satu jam oleh intelijen Venezuela pada akhir pekan lalu.

Guaido menjadi politikus termuda yang pernah menjabat sebagai pemimpin legislatif Venezuela. Dikenal pendiam, pria asal La Guaira itu tak pernah dilihat sebagai seorang pembicara yang baik di hadapan publik.

Meski begitu, dia dikenal sebagai seorang pemberani dan pandai membangun koalisi dan jaringan-sesuatu yang dibutuhkan koalisi oposisi Maduro yang selama ini terpecah.

“Salah satu kebajikan utamanya adalah mempersenjatai tim. Dia memahami perbedaan posisi dan sanggup melakukan semuanya dalam lingkup kewenangannya untuk mempersatukan mereka (oposisi),” ucap seorang anggota parlemen Venezuela, Juan Andres Mejia, kepada AFP.

Sebagai pemimpin legislatif, Guaido secara resmi pernah menyatakan Maduro sebagai “perampas kekuasaan.”

Dia bahkan berjanji memberikan amnesti bagi semua pejabat militer Venezuela yang bersedia membelot dari Maduro. Guaido tak malu-malu mendekati angkatan bersenjata untuk mencari dukungan yang ia perlukan demi mengkudeta Maduro.

Tak hanya dukungan dalam negeri, sejumlah negara barat seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Kanada, hingga negara Amerika Latin layaknya Brasil dan Kolombia, mendukung Guaido sebagai presiden interim Venezuela.

“Guaido adalah wajah segar dalam politik Venezuela, dianggap sebagai orang yang memiliki dukungan dari kaum moderat  dan juga dihormati oleh kaum radikal karena telah berkontribusi dalam protes selama ini,” ucap seorang analis di konsultan Markit IHS yang berbasis di London, Diego Moya-Ocampos. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar